BERITA TERKINIEKOBISNASIONAL

Daftar Harga Barang yang Terancam Naik Imbas Rupiah ke Rp16 Ribu

×

Daftar Harga Barang yang Terancam Naik Imbas Rupiah ke Rp16 Ribu

Sebarkan artikel ini
Peralatan Rumah Tangga
Ilustrasi Peralatan Rumah Tangga. Foto: Ist

LAJUR.CO, JAKARTA – Rupiah terus melemah belakangan ini. Pelemahan nilai tukar rupiah sudah tembus ke level Rp16.400 terhadap dolar AS.

Melemahnya rupiah bisa berdampak pada kenaikan harga barang hingga komoditas, terutama pada barang yang diimpor dari luar negeri.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira pun merinci daftar barang yang diprediksi mengalami kenaikan harga.

Pertama, barang elektronik seperti laptop, handphone, aksesoris. Ia mengatakan barang-barang elektronik ini akan mengalami kenaikan harga lantaran sebagian besar barang elektronik Indonesia adalah impor.

“Kemudian kedua adalah peralatan rumah tangga. AC, kulkas, TV, itu juga komponennya masih banyak mengandalkan impor yang terpengaruh pelemahan nilai tukar,” kata dia, Kamis (20/6).

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara ke 78, Polresta Kendari Fasilitasi Masyarakat Pasang KB Gratis

Ketiga, suku cadang kendaraan bermotor, yang sebagian besar juga bisa terpengaruh oleh fluktuasi kurs.

“Kendaraan bermotor sendiri, baik mobil, motor, kemudian juga truk, atau kendaraan niaga ini juga mengalami penyesuaian harga, tentunya karena biaya produksi yang naik,” jelas Bhima lebih lanjut.

Keempat, bahan pangan. Bhima menjelaskan sebagian besar komoditas pangan, seperti kedelai, jagung, bawang putih dan gandum, bisa saja mengalami penyesuaian harga seiring dengan pelemahan rupiah.

Kelima, produk yang terkait dengan energi, seperti BBM, listrik, hingga LPG non-subsidi. Menurut dia, produk energi rentan mengalami penyesuaian harga karena kurs rupiah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh.

Baca Juga :  Empat Desa Wisata di Sultra Masuk 100 Besar Desa Adwi 2024

Senada, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho pun menjelaskan produk-produk yang memiliki komponen impor yang tinggi harganya berpotensi mengalami kenaikan.

Apalagi, data BPS pada Mei 2024 silam menunjukkan bahwa impor bahan baku Tanah Air mencapai US$14,1 miliar atau 72,6 persen dari total impor.

“Artinya, pelemahan rupiah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap produk-produk yang notabene kita produksi dan hasilkan di dalam negeri,” ujar dia.

“Tidak hanya itu, industri yang ingin ekspansi dan menambah kapasitas produksi juga akan merasakan harga barang modal impor yang mahal jika pelemahan rupiah terus terjadi,” sambungnya.

Baca Juga :  Jokowi Teken UU Desa, Kades Dapat Pensiun dan Menjabat Maksimal selama 16 Tahun

Sektor ekspor dapat untung dari melemahnya rupiah
Bhima menyebut sektor yang basisnya adalah komoditas ekspor, seperti kopi, karet, biji pala, kemiri, hingga produk-produk perkebunan, bisa mengalami keuntungan dari melemahnya rupiah.

“Ini mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi karena memang ada selisih kurs dan orientasinya adalah ekspor,” ucapnya.

Andry pun mengatakan industri yang produknya berorientasi ekspor tentunya akan diuntungkan dengan pelemahan rupiah.

“Namun perlu diketahui bahwa ekspor juga mensyaratkan daya saing produk dari segi kualitas dan faktor ini juga cukup signifikan untuk penetrasi ke pasar ekspor,” pungkasnya. Adm

Sumber : Cnnindonesia.com



0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x