LAJUR.CO, KENDARI – Nelayan yang beraktivitas di Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi melanda kedua wilayah tersebut pada 11 hingga 12 September 2026.
Kondisi perairan yang masuk kategori sedang itu diperkirakan terjadi bersamaan dengan hembusan angin yang cukup kuat di sejumlah kawasan laut Sultra.
Berdasarkan prakiraan cuaca perairan Sulawesi Tenggara, angin secara umum bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 2 hingga 20 knot.
Namun, beberapa wilayah berpotensi mengalami hembusan yang lebih kencang. Kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot atau setara 6 skala Beaufort diperkirakan terjadi di Teluk Bone Barat Kolaka Utara, Teluk Bone Barat Kabaena, serta Perairan Baubau.
Sementara itu, gelombang kategori sedang dengan tinggi lebih dari 1,25 meter hingga 2,5 meter diprediksi mulai berlangsung pada 11 September 2026 pukul 08.00 WITA dan berlanjut hingga 12 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Situasi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan yang hendak melaut, terutama mereka yang beraktivitas di Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.
Nelayan disarankan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum berangkat. Langkah antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko keselamatan selama berada di laut.
Prakiraan tersebut disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari pada Selasa, 8 September 2026 pukul 14.20 WITA. Informasi ini berlaku untuk periode 9 hingga 12 September 2026.
Laporan: Ika Astuti



