LAJUR.CO, KENDARI — Gua Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi tercatat dalam Guinness World Records. Hal ini diumumkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui unggahan resmi Instagram beberapa hari lalu.
Dalam unggahan itu, BRIN menyebut lukisan cadas berupa cap tangan manusia di Liang Metanduno, diakui Guinness World Records sebagai seni lukis nonfiguratif tertua di dunia (oldest painting, non figurative art).
Kabar tersebut disambut bangga oleh masyarakat Desa Lia Ngkabhori, Kecamatan Lohia. Kepala Desa Lia Ngkabhori, Farlin, mengatakan pengakuan dunia terhadap Gua Metanduno menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat setempat.
“Bismillah. Tentu mewakili seluruh masyarakat Desa Lia Ngkabhori sangat senang. Semoga ini bisa menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Farlin, Minggu (24/5/2026).
Sebelumnya, Gua Metanduno telah menjadi perhatian dunia setelah hasil penelitian BRIN yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ‘Nature’ mengungkap keberadaan seni cadas berusia sekitar 67.800 tahun di kawasan tersebut.
Gua yang berada di Desa Lia Ngkabhori itu dikenal memiliki ratusan gambar cadas dengan beragam motif. Mulai dari figur manusia, hewan, simbol geometris, hingga cap tangan negatif yang menjadi ciri khas seni cadas Asia Tenggara.
Selain menyimpan nilai sejarah tinggi, Gua Metanduno juga menjadi destinasi wisata edukatif unggulan di Pulau Muna. Bentang alam karst, stalaktit, dan stalagmit di dalam gua menambah daya tarik wisata berbasis sejarah dan budaya itu.
Farlin berharap, pencapaian terbaru ini tidak hanya memperkenalkan Pulau Muna ke dunia internasional. Namun bisa mendorong pengembangan sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Red





