BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Inflasi Sultra Terkerek Naik 4,68 Persen Juni 2026, Biaya Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

×

Inflasi Sultra Terkerek Naik 4,68 Persen Juni 2026, Biaya Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Inflasi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengalami peningkatan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 4,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,60.

Kenaikan inflasi tersebut didorong meningkatnya harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Dari sejumlah komponen pembentuk inflasi, sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan tingkat inflasi mencapai 6,59 persen.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menjelaskan inflasi Juni 2026 terjadi akibat adanya kenaikan harga yang tercermin dari meningkatnya seluruh indeks pengeluaran masyarakat.

“Pada Juni 2026, Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat inflasi y-on-y 4,68 persen dengan IHK 114,60,” ujar Hadi Susanto.

Baca Juga :  PT Vale Pomalaa Teratas, Bapenda Sultra Rilis 5 Perusahaan Tambang Paling Taat Pajak

Tren kenaikan inflasi Sultra sendiri telah terlihat sejak Mei 2026. Saat itu, inflasi Sultra tercatat sebesar 4,07 persen, angka tersebut sudah melewati batas atas sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), yakni 2,5 persen ± 1 persen atau berada dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Memasuki Juni, tekanan inflasi kembali terkerek naik. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi kenaikan biaya transportasi adalah penyesuaian harga BBM non subsidi yang diberlakukan pemerintah mulai 10 Juni 2026.

Kenaikan harga BBM non subsidi berdampak terhadap biaya operasional kendaraan dan distribusi barang. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi harga berbagai kebutuhan masyarakat, terutama komoditas yang bergantung pada biaya pengangkutan.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Target 55 Ribu Siswa SD-SMP Punya Rekening Tabungan, Bidik Kejar Award OJK 2026

Hadi Susanto menyebutkan, kelompok transportasi mengalami kenaikan indeks sebesar 6,59 persen. Selain itu, beberapa kelompok pengeluaran lain juga ikut mengalami inflasi.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks pengeluaran,” jelasnya.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 5,88 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 3,81 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 2,37 persen. Sementara kelompok kesehatan naik 0,37 persen.

Pada kelompok lainnya, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 1,22 persen. Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,24 persen, pendidikan 3,81 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,66 persen.

Baca Juga :  Bukan di VIP, La Ode Tariala Duduk di Kursi Belakang saat Rakerwil NasDem Sultra Dihadiri Putra Surya Paloh

Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok dengan kenaikan tertinggi mencapai 8,55 persen. Sedangkan pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan paling rendah sebesar 0,08 persen.

Dari sisi wilayah, Kota Baubau mencatat inflasi tertinggi di Sultra pada Juni 2026 dengan angka 5,60 persen dan IHK 116,58.

Sementara Kabupaten Konawe menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni sebesar 2,12 persen dengan IHK 113,78.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Sultra mengalami inflasi sebesar 1,29 persen. Sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 4,55 persen. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x