LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 1.137 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari mulai menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Di tengah rangkaian pengenalan kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Kendari memberi warning kepada para senior agar tidak bermain keras, melakukan kekerasan, maupun menerapkan budaya senioritas kepada mahasiswa baru.
Ketua BEM-DEMA UIN Kendari, Risdawati, meminta para senior menjadikan PBAK sebagai ruang untuk membimbing dan mendukung mahasiswa baru. Ia menilai mahasiswa senior dan junior semestinya membangun relasi sebagai mitra intelektual di lingkungan kampus.
“Saya harap para kakanda-kakanda senior mampu memberikan bimbingan, kemudian memberikan dukungan kepada adik-adik maba, sehingga perilaku-perilaku seperti kekerasan atau senioritas itu sudah hilang,” ujar Risdawati kepada awak media, Selasa (18/8/2026).
Pesan serupa disampaikan Rektor UIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan. Ia meminta mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian PBAK hingga tuntas tanpa merasa tertekan.
“Pesan kami mereka bisa mengikuti kegiatan PBAK ini secara tuntas mulai dari awal sampai akhir dan tanpa ada tekanan-tekanan. Tapi juga tetap materi yang disampaikan itu berbobot. Pembelajarannya pembelajaran yang menyenangkan,” ujar Prof. Husain usai pembukaan PBAK 2026, Selasa (18/8/2026).
Prof. Husain berharap PBAK berlangsung dalam suasana santai dan menyenangkan. Namun, suasana yang cair tersebut tetap harus dibarengi dengan materi yang berbobot agar mahasiswa baru memiliki bekal sebelum memulai aktivitas perkuliahan.
Menurutnya, PBAK bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi tahapan awal untuk mengenalkan lingkungan kampus, budaya akademik hingga kehidupan kemahasiswaan di UIN Kendari.
Sejalan dengan itu, Risdawati menekankan pentingnya menghilangkan budaya senioritas dalam proses pengenalan mahasiswa baru. Menurutnya, era yang membenarkan kekerasan terhadap junior sudah seharusnya ditinggalkan.
“Kita masuk era di mana kita sebagai mahasiswa baik itu senior maupun junior adalah mitra intelektual dan mitra dalam berpikir dan kemudian berproses kedepannya agar lebih baik,” ujarnya.
Prof. Husain meminta mahasiswa baru tidak hanya mengikuti kegiatan pada hari pembukaan. Seluruh peserta diharapkan mengikuti PBAK selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Agustus 2026.
“Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagaimana menjadi tradisi akademik setiap kampus,” ungkapnya.
PBAK UIN Kendari tahun ini mengusung tema “Mata Rantai Generasi Emas 2045, Pengawal Transformasi yang Berintegritas, Unggul, Inklusif dan Berdaya Saing Global.”
Dari 1.137 mahasiswa baru yang mengikuti PBAK, peserta terbanyak berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Selanjutnya disusul mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, serta Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.
Selama kegiatan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan kampus. Mulai dari budaya akademik, tata kehidupan kampus hingga aktivitas kemahasiswaan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
Di sisi lain, BEM-DEMA UIN Kendari memastikan warning kepada para senior bukan sekadar imbauan. Risdawati menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan apabila ditemukan kekerasan atau bentuk penyimpangan terhadap mahasiswa baru.
“Saya selaku Ketua BEM atau Ketua DEMA UIN Kendari akan bertindak tegas, bersikap tegas untuk memberikan sanksi, baik itu melalui dari BEM sendiri maupun berkoordinasi dengan pihak kampus sendiri,” tegasnya.
Laporan: Ika Astuti



