LAJUR.CO, KENDARI – Penumpang pesawat dari Kendari menuju Jakarta perlu mengecek kembali jadwal perjalanannya hari ini. Sebab, tiga penerbangan dari Bandara Halu Oleo Kendari dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta batal terbang, Minggu (6/9/2026).
Pembatalan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional penerbangan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Bandara Halu Oleo, tiga penerbangan rute Kendari-Jakarta yang terdampak berasal dari Batik Air, Citilink, dan Pelita Air.
Batik Air dengan nomor penerbangan ID6723 rute Kendari (KDI)-Jakarta (CGK) tercatat batal terbang. Hal serupa dialami Citilink QG331 dengan tujuan yang sama.
Sementara satu penerbangan Pelita Air menuju Bandara Soeta Jakarta via Bandara Halu Oleo Kendari ikut masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.
Pihak Bandara Halu Oleo menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dalam pemberitahuannya, pengelola bandara menyampaikan, meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau serta sebaran abu vulkanik telah memengaruhi operasional penerbangan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan adanya sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan tujuan CGK pada 6 September 2026 dibatalkan sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan,” demikian isi pengumuman dirilis akun resmi Bandara Halu Oleo Kendari.
Meski tiga penerbangan menuju Jakarta dibatalkan, sejumlah jadwal dari Kendari masih tercatat berjalan normal.
Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA605 rute Kendari-Jakarta pukul 15.15 WITA masih aktif. Begitu pula Super Air Jet IU259 untuk rute serupa belum melakukan cancel alias masih terjadwal.
Kondisi tersebut tetap dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di Bandara Soekarno-Hatta dan pergerakan abu vulkanik. Karena itu, calon penumpang disarankan memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju Bandara Halu Oleo.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian otoritas penerbangan. Sebaran abu vulkanik terpantau memengaruhi ruang udara di sekitar Banten, Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya.
Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan, pembatalan maupun pengalihan akibat kondisi ruang udara yang dinilai berisiko bagi keselamatan penerbangan.
BMKG juga terus memantau pergerakan abu vulkanik melalui pengamatan atmosfer dan citra satelit. Informasi mengenai arah serta ketinggian sebaran abu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan keamanan jalur penerbangan. Adm



