LAJUR.CO, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlaku mulai 5 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 8 Juni 2026 pukul 08.00 WITA.
Pada periode tersebut, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan Sultra.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Zumiana, mengimbau masyarakat dan pelaku transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca maritim tersebut.
Menurutnya, perahu nelayan berisiko mengalami gangguan keselamatan pelayaran ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berpotensi terdampak saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,5 meter.
“Perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko terdampak ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,” ujar Zumiana.
Ia menjelaskan, kondisi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot atau sekitar 6 Skala Beaufort yang terpantau di Perairan Baubau, Teluk Tolo, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Pada periode 5 Juni pukul 08.00 WITA hingga 6 Juni pukul 08.00 WITA, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara Wawoni, Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Timur, serta Laut Banda Timur Wakatobi.
Selanjutnya, pada 6 Juni pukul 08.00 WITA hingga 7 Juni pukul 08.00 WITA, wilayah terdampak diperkirakan meluas meliputi Laut Labengki, Selat Cempedak, Teluk Bone Barat Kolaka, dan Teluk Bone Barat Kolaka Utara, selain sejumlah perairan yang sebelumnya telah masuk dalam peringatan dini.
Sementara pada periode 7 Juni pukul 08.00 WITA hingga 8 Juni pukul 08.00 WITA, potensi gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di Perairan Utara Wawoni, Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Timur, serta Laut Banda Timur Wakatobi.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal tongkang, serta pengguna transportasi laut lainnya untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.
Laporan: Ika Astuti




