LAJUR.CO, KENDARI – Produk kopi khas Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi buruan para delegasi internasional dalam pembukaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026).
Melalui stan yang dibuka Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra, berbagai produk UMKM lokal mulai dari kopi, madu, tenun hingga kerajinan ecobrick dipamerkan kepada delegasi dari berbagai negara.
Staf UMKM BI Sultra, Sardin mengatakan, produk kopi menjadi yang paling diminati para delegasi internasional selama kegiatan berlangsung.
Bahkan beberapa tamu dari luar negeri membeli langsung produk kopi dan kerajinan lokal yang dipamerkan.
“Tadi ada wali kota dari Filipina beli outer dua dan kopi juga. Delegasi dari Korea juga beli kopi. Yang paling banyak diminati memang kopi sama cokelat,” ungkapnya.
Produk yang dipamerkan merupakan hasil binaan UMKM BI yang tergabung dalam komunitas Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) Sultra.
Sardin mengungkapkan, jumlah UMKM binaan BI Sultra saat ini mencapai lebih dari 100 pelaku usaha. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan kembali membuka program onboarding untuk merekrut UMKM baru di Bumi Anoa.
“Kalau ada UMKM yang ingin berkolaborasi dengan Bank Indonesia, nanti akan ikut onboarding dulu, kemudian ada proses seleksi untuk masuk ke WUBI,” katanya.
Selain produk UMKM, stan BI Sultra juga menampilkan kerajinan ecobrick hasil kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kerajinan tersebut dibuat menggunakan racikan uang kertas tidak layak edar yang sebelumnya dibuang ke tempat pembuangan akhir.
“Jadi uang yang sudah tidak layak edar itu dimanfaatkan lagi menjadi kerajinan oleh DLH,” tuturnya.
Ia berharap kehadiran delegasi internasional dalam forum tersebut dapat membuka peluang pasar baru bagi produk UMKM Sulawesi Tenggara, khususnya kopi lokal yang saat ini tengah didorong untuk menembus pasar ekspor.
“Harapan kami siapa tahu nanti ada yang jadi buyer untuk kopi Sultra, karena Bank Indonesia sekarang memang lagi fokus mendorong kopi agar bisa ekspor,” ungkapnya.
Laporan : Ika Astuti





