BERITA TERKINIHEADLINEKESEHATANLIFE STYLE

Ketua IDI Sultra : Hapus Stigma Dokter ‘Mata Duitan’, Sistem JKN Mesti Dievaluasi

×

Ketua IDI Sultra : Hapus Stigma Dokter ‘Mata Duitan’, Sistem JKN Mesti Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah nahkoda dr. La Ode Rabiul Awal Sp.B KBD resmi dikukuhkan, Sabtu 14 Desember 2019. Pengukuhan IDI Sultra periode 2019-2022 dipimpin Wakil Ketua Umum IDI Pusat, dr Moh Adib Khumaidi So.OTdan turut dihadiri PJ Sekda Sultra, La Ode Ahmad Pidana Balombo.

BACA JUGA :

Baca Juga :  4 Efek Negatif Overthinking Pada Kesehatan

Memimpin IDI Sultra, banyak hal disampaikan dr Rabiul Awal terkait profesi dokter. Salah satu yang menarik adalah harapan agar pemerintah memperbaiki sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh BPJS.

Kata dia, sistem JKN yang menoton mengedepankan ‘kalkulasi’ untung rugi sangat berbenturan dengan integritas profesi dokter. Hal ini kerap membuat dokter dilema ketika menangani pasien yang notabene adalah peserta BPJS.

“Saya pikir kita harus lakukan perbaikan menyeluruh terhadap JKN. Lima tahun saatnya pemerintah lakukan evaluasi. Banyak kekurangan. Banyak yang membuat kerjaan kita menjadi berbenturan dengan integritas profesi, standar teknologi, standar prosedur diagnostik,” ujar dr Rabiul usai pelantikan sebagai Ketua IDI Sultra.

Baca Juga :  Polda Sultra Gelar Operasi Patuh Anoa, Tujuh Pelanggaran ini Bakal Kena Tilang!

Akibatnya, banyak stigma miring dialamatkan pada dokter selang mengemukanya berbagai kasus penelantaran pasien di rumah sakit. Dimana pasien tersebut sebagian besar merupakan peserta BPJS.

“Ada yang sampai sebut dokter mata duitan. Yang ada malahan banyak dokter yang jasanya tidak terbayarkan. Dokter yang baik itu ada jika ada dalam sistem yang baik. Makanya mesti ada perbaikan sistem JKN,” cetus dr Rabiul.

Baca Juga :  Ali Mazi Aksi Restorasi Mangrove Serentak Diinisiasi Garda Pemuda NasDem
Pelantikan Pengurus IDI Sultra masa bakti 2019-2022, Sabtu 14 Desember 2019.

“Sistem JKN membuat pelayanan kesehatan makin ego dalam bekerja. Karena hitungan cuma kalkulatik saja,” lanjutnya.

Seruan perbaikan sistem JKN diharap Rabiul bisa dilaksanakan oleh pemerintah demi memberi layanan kesehatan prima bagi masyarakat.

Isu evaluasi sistem JKN agar dokter dapat bekerja lebih profesional juga akan dipaparkan dalam agenda Rakernas IDI yang diselenggarakan dalam waktu dekat.

IDI Sultra sendiri , oleh dr Rabiul menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Rakernas IDI. Ajang pertemuan tahunan dokter se-Indonesia diharapkan banyak memberi masukan bagi pemerintah dalam upaya perbaikan sistem layanan kesehatan di rumah sakit. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x