LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 600 peserta dari jenjang SD hingga mahasiswa se-Indonesia ambil bagian dalam Pekan Matematika Kreatif (PAMER) Universitas Halu Oleo (UHO) Season XIX yang berlangsung selama sepekan mulai 4 hingga 10 Mei 2026.
Ajang PAMER sendiri bertujuan untuk menjadi wadah pengembangan kemampuan matematika sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda. Ketua Panitia, Arwan Halik Parda, mengatakan kompetisi PAMER UHO dilaksanakan selama satu pekan penuh dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui ajang tersebut, Arwan menargetkan lahirnya generasi “Marin”, yakni generasi yang matematikal, adaptif, berbasis riset, inovatif, berakhlak mulia, serta berjiwa entrepreneur.
“Kami berharap bisa mewujudkan generasi Marin yang mampu mempersiapkan pemuda-pemudi memimpin Indonesia emas di tahun 2045,” katanya, Senin (4/5/2026).
Ajang PAMER Season XIX menghadirkan 10 cabang lomba yang dirancang untuk mengasah kemampuan peserta. Lomba tersebut mencakup Olimpiade Matematika, Lomba Cerdas Cermat Matematika (LCCM), Literasi Matematika, Ranking 1 Matematika, Karya Tulis Ilmiah, Microteaching Matematika, Projek Matematika, Essay Matematika, Tebak Kata Matematika, hingga Infografis.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UHO, Prof. Ida Usman, menyebut bahwa PAMER merupakan salah satu agenda besar tahunan yang telah memasuki season ke-19. Ia mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menyajikan pembelajaran matematika agar lebih menarik.
“Ini salah satu dari tiga kegiatan besar yang biasa dilakukan oleh adik-adik, dan sekarang sudah masuk season ke-19. Artinya, setahun-tahun sebelumnya berarti kegiatannya lancar semua.” ujarnya.
Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo, Awaluddin, mengungkapkan dukungan penuh terhadap kegiatan PAMER.
“Di tingkat jurusan pendidikan matematika, kegiatannya kami dukung penuh. Semua dosen terlibat dalam memfasilitasi mahasiswa, mulai dari penyusunan hingga validasi soal, serta bertindak sebagai dewan juri,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihak jurusan turut memberikan dukungan dari sisi pendanaan guna memastikan kegiatan berjalan lancar.
Awaluddin mengajak seluruh peserta untuk menanamkan jiwa kompetitif serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian dari proses yang harus dijalani setiap peserta dalam sebuah kompetisi.
“Menang dan kalah itu adalah bagian dari proses, tapi yang penting bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kegiatan yang diikuti,” tuturnya.
Laporan : Ika Astuti





