BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Layar Benteng Titik Kedua Digelar di Desa Adat Wapulaka, Ratusan Warga Padati Pantai Lagunci

×

Layar Benteng Titik Kedua Digelar di Desa Adat Wapulaka, Ratusan Warga Padati Pantai Lagunci

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Program pemutaran film keliling “Layar Benteng” kembali digelar pada titik kedua di Pantai Lagunci, Desa Adat Wapulaka, Kabupaten Buton Selatan. Kegiatan yang diprakarsai oleh Seribu Benteng Production mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Ratusan warga memadati kawasan pantai untuk menyaksikan pemutaran film terbuka yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga dengan membawa tikar dan perlengkapan duduk untuk menikmati rangkaian kegiatan hingga malam. Area Pantai Lagunci pun disulap menjadi ruang pertunjukan rakyat yang menghadirkan hiburan sekaligus ruang apresiasi budaya bagi masyarakat.

Pelaksanaan Layar Benteng di Desa Adat Wapulaka turut dirangkaikan dengan kegiatan Cine Camp atau camping sambil nonton bareng. Selain warga setempat, kegiatan diikuti puluhan peserta camp dari luar daerah yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan budaya tersebut. Tenda-tenda peserta terlihat berdiri di sekitar area pantai, menambah suasana kebersamaan di lokasi pemutaran.

Baca Juga :  Program Layar Benteng Bergulir: Angkat 18 Film Sineas Sultra, Tayang Ala Layar Tancap di Kepulauan Buton

Pada titik kedua ini, panitia menayangkan sejumlah karya film pilihan. Diantaranya film dokumenter Sabangka Sarope, film fiksi Anak Tinggal, serta film dokumenter Pindokoa yang diproduksi pada tahun 2024 di Desa Adat Wapulaka. Film Pindokoa mendapat perhatian khusus dari masyarakat karena mengangkat tradisi menombak ikan yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Kepala Desa Bahari, La Jidi menyampaikan apresiasi atas hadirnya program Layar Benteng di Desa Adat Wapulaka. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi memiliki nilai edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan Layar Benteng ini bisa hadir di Desa Adat Wapulaka. Selain menjadi hiburan untuk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi warga, terutama anak-anak dan generasi muda agar semakin mencintai budaya daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Sultra Buka I-Smart Competition di Kendari, 200 Siswa Adu Kejeniusan

Ketua panitia kegiatan, Andhy Loppes Eba, mengatakan Layar Benteng hadir sebagai ruang pertemuan masyarakat dengan film, budaya, dan cerita-cerita lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Buton.

Menurutnya, konsep layar tancap yang dipadukan dengan kegiatan Cine Camp menjadi pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus upaya menghadirkan ruang apresiasi budaya yang lebih terbuka dan dekat dengan generasi muda.

“Layar Benteng bukan hanya tentang menonton film, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, berdiskusi, dan kembali melihat cerita daerahnya sendiri melalui karya visual. Kami ingin menghadirkan ruang budaya yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Selain pemutaran film, kegiatan diisi dengan diskusi santai bersama masyarakat dan pelaku kreatif lokal mengenai budaya, kehidupan masyarakat pesisir, serta pentingnya menjaga tradisi daerah melalui karya visual dan dokumentasi film.

Layar Benteng merupakan program pemanfaatan Dana Hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana sebagai bentuk dukungan negara terhadap pemajuan kebudayaan yang bersumber dari pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan.

Baca Juga :  Expedisi Rupiah Berdaulat 3T di Sultra, TNI AL Terjunkan 60 Personel

Dana tersebut ditujukan bagi pelaku budaya, komunitas seni, dan lembaga kebudayaan untuk menghasilkan karya serta menyelenggarakan kegiatan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Khusus program Layar Benteng, kegiatan tersebut terlaksana melalui kategori Sinema Indonesia dan akan menyambangi tiga benteng serta tiga desa adat di tiga wilayah, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan.

Pihak Seribu Benteng Production turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh adat, pemerintah Desa Bahari, Bahari Satu, dan Bahari Dua, serta masyarakat Desa Adat Wapulaka yang telah memberikan dukungan penuh sehingga seluruh rangkaian kegiatan Layar Benteng dapat berlangsung dengan lancar dan tertib.

Selanjutnya, titik ketiga program Layar Benteng dijadwalkan berlangsung di Desa Adat Wasumba, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, pada 30 Mei 2026 mendatang. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x