LAJUR.CO, KENDARI – Maraknya penipuan berkedok investasi hingga berbagai modus scam digital mendorong Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat edukasi literasi keuangan bagi generasi muda. Mahasiswa dinilai menjadi salah satu kelompok yang perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali risiko keuangan di era digital.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Papua, dan Maluku (Sulmapua), Prayitno Amigoro, mengatakan penggunaan layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan tingkat literasi keuangan masyarakat.
Menurutnya, kondisi itu tercermin dari indeks literasi keuangan yang masih berada di bawah indeks inklusi keuangan. Artinya, masyarakat sudah terbiasa menggunakan berbagai layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat, risiko, maupun potensi kejahatan yang mengintai.
“Banyak orang sudah menggunakan instrumen keuangan, tetapi belum memahami secara baik risiko, potensi penipuan atau scam, maupun cara mengelola keuangan dengan bijak,” kata Prayitno.
Ia menjelaskan, rendahnya pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan membuat masyarakat lebih rentan menjadi korban investasi ilegal serta berbagai modus penipuan yang kini marak melalui platform digital.
Karena itu, masyarakat perlu memahami cara memilih layanan keuangan yang legal, mengenali ciri-ciri investasi resmi, serta mampu mengelola keuangan secara bijak.
Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan, LPS menggelar Forum Inklusi dan Literasi Keuangan Bersama LPS (FINLAB) di Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Para peserta mendapat materi mengenai fungsi LPS, pentingnya perlindungan simpanan, cara mengenali investasi legal, menghindari penipuan finansial, hingga pengelolaan keuangan sejak usia muda.
“Bagi mahasiswa, literasi keuangan bukan lagi sekadar kemampuan mengatur uang, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan finansial yang tepat di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya layanan keuangan digital,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Muhammad Nurdin, berharap kegiatan tersebut mampu memperluas wawasan mahasiswa sehingga lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak berbagai modus penipuan digital.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara LPS dan UM Kendari dalam menghadirkan edukasi keuangan bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara LPS dan UM Kendari. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya di bidang literasi keuangan,” ujar Prof. Muhammad Nurdin.
Laporan: Ika Astuti



