BERITA TERKINIHEADLINE

Mahasiswa UHO Tewas Saat Pulang KKN: Kampus Ucap Belasungkawa, Sebut Bakal Lakukan Evaluasi

×

Mahasiswa UHO Tewas Saat Pulang KKN: Kampus Ucap Belasungkawa, Sebut Bakal Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Perjalanan pulang dari lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) berujung duka bagi keluarga besar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Abdul Fathir, mahasiswa Fakultas Teknik UHO, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang dari lokasi KKN.

Abdul Fathir merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UHO angkatan 2023. Kecelakaan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 16.50 Wita di Jalan Poros Umum Unaaha-Kendari, Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Rabu (19/8/2026).

Plt Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Abdul Fathir. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi catatan penting bagi universitas untuk memperbaiki pelaksanaan KKN ke depan.

Kepergian Abdul Fathir menjadi perhatian pihak kampus. UHO memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi, terutama terkait aspek keselamatan dan mobilitas mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Baca Juga :  Bulog Sultra - UM Kendari Jalankan Program Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda

Khairul mengatakan evaluasi tidak hanya akan menyasar pelaksanaan program KKN, tetapi juga mobilitas mahasiswa, khususnya saat perjalanan menuju maupun kembali dari lokasi pengabdian.

“Misalnya pulang pergi mahasiswa dan saya kira ini nanti kita akan bicarakan dengan pemerintah daerah agar hal ini tidak terulang kembali,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (19/8/2026).

Menurut Khairul, aspek keamanan harus menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari setiap pelaksanaan KKN. Kampus perlu memastikan keselamatan mahasiswa tetap terjaga sejak keberangkatan hingga mereka kembali dari lokasi kegiatan.

“Tentu saja pelaksanaan program itu harus kita barengi dengan keamanan, memastikan keamanan bagi adik-adik peserta KKN itu juga terjaga,” katanya.

Wakil Rektor III UHO, Dr. Herman, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abdul Fathir. Ia berharap amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Baca Juga :  Prof. Ida Usman Raih Suara Tertinggi, Dr. Herman dan Prof. Takdir Saili Masuk Tiga Calon Rektor UHO

“Mudah-mudahan ini adalah bagian dari jihad, insyaallah surga ditempatkan. Kemudian bagi keluarga, semoga mereka dapat sabar,” ujar Herman.

Herman kemudian mengungkapkan bahwa pihak kampus sebenarnya telah memberikan penekanan terkait keselamatan mahasiswa selama mobilitas KKN. Salah satunya dengan mengimbau peserta menggunakan kendaraan umum berupa bus saat berangkat dan pulang dari lokasi KKN.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat mahasiswa yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Kami sebenarnya sudah menekankan transportasi pergi dan pulang itu memang harus melalui kendaraan umum berupa bus. Tetapi kadang-kadang memang agak sulit karena mahasiswa ingin membawa kendaraan sendiri,” ujar Herman.

Selain memperketat aspek keselamatan, UHO juga memastikan mahasiswa yang menjadi korban kecelakaan mendapatkan perlindungan. Herman menyebut seluruh peserta KKN telah diasuransikan untuk mengantisipasi risiko selama menjalankan kegiatan.

“Semua peserta KKN kita asuransikan. Terlepas dari asuransi itu, kami juga berupaya untuk memberikan santunan ala kadarnya terhadap mahasiswa yang mengalami kecelakaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komitmen PT Vale Saat Perayaan HUT ke-58 di Morowali: Bertumbuh dengan Tanggung Jawab di Morowali

Herman mengatakan sejumlah mahasiswa lainnya yang turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut masih menjalani perawatan. Pihak kampus terus memberikan perhatian terhadap kondisi mereka, termasuk melalui perlindungan asuransi yang telah disiapkan.

Peristiwa tersebut, kata Herman, menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa UHO agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan. Ia meminta mahasiswa mengutamakan keselamatan, baik ketika menuju kampus maupun saat menjalankan kegiatan di lapangan.

“Saya sampai melalui kesempatan ini, kepada teman-teman yang sementara persiapan dalam perjalanan ke kampus tetap hati-hati dalam perjalanan,” katanya.

Bagi UHO, kecelakaan yang merenggut nyawa Abdul Fathir tidak hanya menjadi duka bagi keluarga dan civitas akademika, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi sistem keselamatan mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Aspek transportasi dan mobilitas menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Laporan: Ika Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *