BERITA TERKINIHEADLINE

Mendagri : Inovasi OPD Duet AMAN Masih Rendah

×

Mendagri : Inovasi OPD Duet AMAN Masih Rendah

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) merilis data performa implementasi inovasi pemerintah daerah di Indonesia.

Khusus di Sultra, inovasi lembaga pemerintahan digawangi Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) dikategorikan masuk dalam taraf yang rendah.

BACA JUGA :

Penilaian ini merunut pada parameter kepesertaaan kompetisi inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Kemenpan RB setiap tahunnya. Termasuk pengisian registrasi dalam sistem inovasi daerah Kemendagri dalam rangka Kompetisi Innovation Government Award (IGA) antara Pemda.

Baca Juga :  Daftar BPJS Kesehatan secara Online Hanya Melalui HP

Gambaran indeks inovasi OPD tersebut terungkap dalam forum rapat koordinasi penyusunan indeks inovasi daerah lingkup Pemprov Sultra dihelat Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra, Senin 9 Maret 2020.

Menurut Kepala Balitbang Sultra, DR Sukanto Toding, secara kualitatif sejumlah OPD lingkup Pemprov Sultra memiliki cukup banyak produk inovasi. Bahkan aparat pemerintah terbilang aktif melahirkan inovasi baru di lembaga instansinya.

Hanya saja, karya inovasi ASN berkualitas tidak terimplementasi dengan maksimal di instansi pemerintah unit kerja pegawai bersangkutan. Inilah yang ditengarai memberi andil penilaian grafik inovasi daerah masuk dalam kategori rendah.

“Sebenarnya secara kuantitatif, Hasil Produk Inovasi dilingkungan Pemda Provinsi Sultra, sebenarnya cukup produktif, baik yang telah diimplementasikan oleh beberapa OPD, maupun yang dilaksanakan secara individual, diantaranya melalui hasil Proyek Perubahan ASN Lingkup Pemda Sultra dalam berbagai Tingkat Latpim 2, 3 dan 4,” ujar Sukanto.

Baca Juga :  Ridwan Bae ke Ali Mazi: Jangan Buat Kebijakan Konyol di Akhir Masa Jabatan!

“Permasalahannya, dari berbagai ragam inovasi dari Karya-karya ASN Proyek Perubahan tersebut, masih belum optimal diterapkan di masing-masing unit kerja asalnya pasca Pendidikan Latpim, sehingga umumnya Karya Inovasi tersebut, tidak terimplementasi dengan baik dan tentunya tidak tercatat sebagai Karya Inovasi yang diimplementasikan di lingkup Pemda,” papar Sukanto.

Terapkan One Agency, One Innovation

Kepala Balitbang Sultra, DR Sukanto Toding.

Sebagai solusi atas permasalah di atas, Balitbang Sultra menggagas adanya gerakan “One Agency, One Innovation” di seluruh OPD Pemprov Sultra.

Gerakan ‘One Agency, One Innovation’ sekaligus diperkenalkan dalam forum rakor penyusunan indeks inovasi daerah lingkup Pemprov Sultra.

Kata Sukanto, rakor dibuka PJ Sekda Sultra, La Ode Ahmad P Balombo dimaksudkan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari masing-masing OPD tentang wujud inovasi. Baik dalam hal tata kelola maupun pelayanan publik yang relevan dengan tupoksi masing-masing OPD.

Baca Juga :  Ada 32 titik BBM Satu Harga di Sulawesi, di Sultra 4 Titik

Disamping itu, langkah ini merupakan bagian penguatan komitmen bersama kepala OPD dalam rangka gerakan “One Agency, One Innovation”, atau “ 1 OPD Satu Inovasi” sebagai wujud komitmen Pemda dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Balitbang Sultra turut menghadirkan ahli dari Pusat Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri.

“Nantinya dalam lokakarya ini diharapkan dapat memfasilitasi OPD Lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara, tentang esensi dan cakupan inovasi daerah, berikut hal-hal teknis tentang penjelasan kisi-kisi dalam melengkapi Data Sistem Indeks Inovasi Daerah, sebagai persyaratan pengukuran Nilai Indeks Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkas Sukanto. Adm











0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x