?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Payroll ASN Masih Lewat Bank Sultra, Pj Sekda: Rp2 Triliun Menguap, Dividen Bisa Hilang Jika Pindah Himbara

×

Payroll ASN Masih Lewat Bank Sultra, Pj Sekda: Rp2 Triliun Menguap, Dividen Bisa Hilang Jika Pindah Himbara

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini masih disalurkan melalui Bank Sultra, termasuk BPR Sultra yang berstatus sebagai bank daerah. Belum ada perubahan atau ancang-ancang pengalihan budget gaji ASN.

Meski isu skema payroll ke lembaga perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kencang berhembus, Pemprov Sultra menegaskan distribusi gaji tetap melalui bank lokal.

“Jadi masih tetap seperti biasa bahwa gaji ASN itu semua dikelola oleh bank daerah, dalam hal ini Bank Sultra,” kata Penjabat (Pj) Sekda Sultra Muh Fadlansyah, Jumat (11/9/2026).

Mantan Pj Bupati Kolaka itu menyebut wacana payroll ASN ke Himbara baru sebatas isu. Pemprov Sultra belum menerima petunjuk teknis maupun kebijakan resmi terkait perubahan bank penyalur.

Baca Juga :  Kantongi E-Pas Kecil, 41 Nelayan Kendari Kini Lebih Mudah Beli BBM Subsidi

“Kebijakan secara teknis ya. Mungkin baru beberapa isu-isu yang bergulir di media, tapi secara teknis belum ada. Belum ada sampai ke pemerintah provinsi,” kata Fadlansyah.

Saat ini, Bank Sultra masih menjadi penyalur utama gaji ASN Pemprov Sultra. Sementara BPR digunakan untuk pembayaran komponen tertentu, seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Besarnya dana yang berputar melalui payroll ASN terlihat dari alokasi belanja pegawai. Fadlansyah menyebut belanja untuk PNS Pemprov Sultra mencapai sekitar Rp90 miliar setiap bulan. Jika dikalkulasi secara keseluruhan besar budget belanja gaji ASN Sultra yang terdeposit di Bank Sultra berkisar Rp2 triliun.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya

Jika skema payroll ASN nantinya dialihkan ke Himbara, dana jumbo itu berpotensi keluar dari Bank Sultra. Praktis, likuiditas sekaligus keuntungan bank daerah bakal tergerus.

Fiskal pemerintah daerah bisa terganggung lantaran peluang dividen terancam hangus. Sebagaimana diketahui, keuntungan Bank Sultra menjadi salah satu sumber penerimaan yang dapat dikembalikan kepada daerah untuk mendukung pembangunan.

Fadlansyah pun berharap payroll ASN tetap dikelola bank daerah. Menurutnya, Pemprov Sultra sedang berupaya memperkuat Bank Sultra agar semakin mandiri.

“Harapannya tidak ya. Harapannya janganlah, karena memang kita juga sekarang lagi berupaya Bank Sultra ini agar bisa mandiri,” katanya.

Baca Juga :  Istana Imbau Semua Kantor Beri Fleksibilitas Kerja pada 18 Agustus

Ia menyebut Bank Sultra kini sudah semakin dekat dengan kemandirian. Rencana merger dengan Bank Jatim juga tidak lagi dilanjutkan.

“Sekarang sudah sedikit lagi kita mandiri, tidak merger lagi dengan Bank Jatim. Tapi kalau dengan model begini kan pasti kita turun lagi,” ujarnya.

Fadlansyah menilai penempatan gaji ASN di bank daerah memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Sultra. Keuntungan yang diperoleh Bank Sultra dapat dikembalikan melalui dividen untuk membiayai pembangunan.

“Kita berharap tidaklah, karena banyak keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan dengan menempatkan gaji ASN di bank daerah. Dividennya kita buat pembangunan daerah, keuntungannya buat pembangunan daerah,” tegasnya. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>