SULTRABERITA.ID, KENDARI – Anggota DPR Fraksi Demokrat Putu Supadma Rudana mendukung wacana lockdown terutama untuk Pulau Bali.
Dia meminta pemerintah menyetop sementara kunjungan wisatawan ke pulau dewata tersebut.
BACA JUGA :

- Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO
- UHO Resmi Buka PPDS Ilmu Bedah, Siapkan Spesialis Bedah Pesisir untuk Sultra
- Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Kemaraya, Transaksi Lewat Kios Kecil
- Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok!
- Sosialisasi Safety Riding PT Vale Dibubarkan Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa di Luwu Timur Mengaku Trauma
Putu menyatakan pandangannya menyusul Keterangan Badan Intelijen Negara (BIN) yang memprediksi virus corona jenis baru atau Covid-19 bisa menginfeksi hampir 4 ribu orang per hari, saat mendekati masa puncak penyebaran Mei mendatang.
“Saya kira kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali akan berpengaruh kepada cepatnya penyebaran virus corona di Bali. Ini sangat membahayakan bagi masyarakat. Tidak boleh anggap remeh pandemi Covid-19 ini. Lebih baik pemerintah pusat dan pemprov Bali melockdown untuk menghadapi wabah ini,” ujar Putu saat dihubungi, Sabtu (14/3).
Anggota komisi VI ini mencontohkan kebijakan yang telah diambil sejumlah negara seperti Italia, Irlandia, Denmark, Filipina dan Tiongkok.
Negara-negara tersebut telah lebih dulu mengambil kebijakan lockdown, untuk mengamankan negaranya dari ancaman virus Corona.
“Negara-negara lain telah mengambil sikap yang cepat dan tanggap. Kita juga harus menutup sementara kedatangan wisatawan asing. Apa yang disampaikan oleh BIN tentu serius. Pemerintah Bali harus berani untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat Bali,” ucapnya.
Putu menilai, pemerintah juga penting meyakinkan masyarakat untuk tenang dan tidak panik. Selain itu, menyiapkan ketersediaan kebutuhan pokok, obat-obatan, masker dan informasi.
“Saya sudah mengingatkan di sidang paripurna 6 Februari lalu agar segera dilakukan penanganan dan mitigasi yang menyeluruh. Ini darurat, virus corona sudah terlanjur menyebar,” katanya.
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini juga menyarankan pemerintah membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah.
Misalnya, menghentikan sementara proses belajar mengajar, kegiatan olahraga dan penutupan kawasan wisata.
“Saran saya, aktivitas selama sebulan ini yang diperbolehkan hanya bekerja dan aktivitas mendasar lain seperti belanja kebutuhan sehari-hari atau menyangkut kesehatan. Pemerintah pusat dan Bali jangan hanya mementingkan sektor ekonomi. Jangan mengabaikan kesehatan dan keselamatan warga, ini kegentingan yang memaksa,” katanya.
Sementara itu pada warga masyarakat, wakil ketua Badan Kerja sama Antar parlemen ini mengimbau senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan dan kesehatan.
Misalnya, mencuci tangan dan menggunakan masker jika sedang batuk atau pilek. Menghindari kontak dengan orang yang sedang mengalami demam dan batuk. Adm
Sumber : jpnn.com
Judul : https://m.jpnn.com/news/pemerintah-diminta-segera-lockdown-pulau-bali?page=2




