LAJUR.CO, KENDARI – Politisi Golkar Ridwan Bae mengaku terpukul setelah mendengar kabar duka wafatnya tokoh asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Haerul Saleh. Almarhum diduga menjadi korban insiden kebakaran di kediamannya di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Ridwan Bae mengenang Haerul Saleh sebagai sosok politisi muda asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang cerdas, humoris, dan memiliki perhatian besar terhadap kepentingan daerah. Keduanya diketahui pernah sama-sama bertugas di Senayan sebelum Haerul mengemban amanah Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Haerul Saleh merupakan politisi dari Partai Gerindra. Ia tercatat pernah dua kali menjadi anggota DPR RI. Pada 25 Agustus 2020, ia menggantikan H Imran RI sebagai PAW masa jabatan 2022-2027 di Komisi XI DPR RI. Sementara Ridwan Bae menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
“Saya kaget luar biasa mendengar kabar ini di media sosial. Sultra benar-benar kehilangan tokoh muda yang sangat cekatan dalam memperhatikan kepentingan daerah,” kata Ridwan Bae saat diwawancarai via telepon selularnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Ridwan, semasa bertugas di Komisi XI DPR RI, Haerul dikenal agresif memperjuangkan kepentingan masyarakat Sultra, terutama wilayah Kolaka dan Kolaka Utara. Almarhum disebut aktif mengawal program-program pusat agar bisa dirasakan masyarakat di daerah.
“Ia sangat gigih mengawal program-program pusat supaya bisa masuk ke daerah. Kalau sudah bicara kepentingan masyarakat Sultra, beliau sangat serius,” ujarnya.
Ridwan mengungkapkan dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Haerul sekitar dua pekan lalu. Saat itu, keduanya berencana bertemu dalam waktu dekat.
“Baru sekitar dua minggu yang lalu kami sempat teleponan, janjinya mau ketemu dalam waktu dekat. Ternyata Allah punya rencana lain,” ucapnya.
Selain dikenal vokal saat membahas persoalan anggaran, Haerul disebut memiliki pribadi yang hangat dan mudah bergaul dengan siapa saja.
“Beliau ini orangnya sangat cerdas, penuh percaya diri, humoris. Agresif sekali kalau menyangkut kepentingan anggaran di daerah, terutama untuk wilayah Kolaka,” katanya.
Kabar wafatnya Haerul Saleh menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sultra. Politikus Partai Gerindra itu meninggal dunia usai terjebak kebakaran di rumahnya yang berlokasi di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02 Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 07.53 WIB. Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta kemudian mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 48 personel ke lokasi kejadian.
“Korban satu orang warga meninggal dunia. Untuk data masih dalam penyelidikan,” ujar petugas Command Center Gulkarmat Jakarta.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.49 WIB dan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Jenazah Haerul Saleh rencananya diterbangkan ke Kabupaten Kolaka, Sultra, untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Haerul Saleh lahir pada 12 Agustus 1981 dan dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda Sultra yang berkiprah di tingkat nasional. Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sultra dan bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan.
Pada 2022, Haerul dipercaya menjadi Anggota BPK RI. Di Partai Gerindra, didapuk sebagai Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra periode 2015–2020 sebelum kemudian dipercaya menjadi Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra.
Selain aktif di dunia politik, almarhum dikenal sebagai pengusaha dan organisatoris yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan serta dunia usaha di Sultra. Adm





