LAJUR.CO, KENDARI – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, para peternak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mulai ramai memasarkan sapi untuk memenuhi kebutuhan kurban.
Hari Raya Iduladha telah ditetapkan jatuh pada 27 Mei 2026 oleh Kementerian Agama RI. Menjelang momen tersebut, masyarakat mencari hewan kurban lebih awal sehingga sejumlah peternak sudah kebanjiran pembeli.
Salah satunya Azwar, pemilik sapi di Kecamatan Kolono yang menyediakan lima ekor sapi untuk dijual. Harga sapi yang ia jual cukup bervariasi, dibanderol mulai Rp12 juta hingga Rp23 juta per ekor.
“Umur sapi sekitar 2 sampai 4 tahun. Harganya bervariasi, ada Rp12 juta, Rp14 juta, Rp15 juta, Rp18 juta dan paling tinggi Rp23 juta,” kata Azwar saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).
Perbedaan harga tersebut, jelasnya, dipengaruhi usia dan bobot sapi yang dijual. Bobot daging sapi miliknya berkisar antara 70 kilogram hingga 120 kilogram.
Menurut Azwar, sapi-sapi tersebut dipelihara dengan memanfaatkan rumput dari kebun sendiri sebagai pakan utama. Hal itu dilakukan guna menjaga kesehatan dan kualitas ternak hingga layak dijadikan hewan kurban.
“Tidak ada beli pakan, semua makan rumput alami dari kebun sendiri,” ujarnya.
Permintaan yang terus meningkat membuat harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan. Nilai jual sapi kurban di pasaran juga dipengaruhi jumlah stok, kualitas fisik dan kesehatan ternak.
Jika tahun lalu, harga sapi kurban di wilayah Kolono masih berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp14 juta per ekor. Namun kini, harga sapi berukuran besar dengan usia ideal kurban mencapai puluhan juta.
Meski demikian, tingginya harga tidak menyurutkan minat pembeli hewan kurban. Tiga ekor sapi milik Azwar pun telah laku sebelum puncak Iduladha tiba. Red





