SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Kolaka Utara menjadi satu dari tiga kabupaten di Sultra yang membangun unit shelter. Alat deteksi gempa bumi dari BMKG ini didirikan di Ibu kota Kolut, Lasusua.
BACA JUGA :
- Transformasi IAIN ke UIN Kendari: Draft Statuta & ORTAKER Dibahas
- PT Vale Indonesia Tbk – Pemkab Luwu Timur Sepakati Penyelesaian Lahan Old Camp di Sorowako
- Didukung Indosat, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Cetak Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia lewat Live TikTok 11 Jam
- Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Resmi Tersangka Kasus Tambang Nikel Ilegal di Konut
- Masuk Gedung Diminta KTP-Difoto, Itu Langgar Undang-Undang
Kemarin, Bupati Kolut, H Nur Rahman, telah menyetujui pinjam pakai tanah milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan shelter sensor gempa bumi.

“Lokasinya dekat pantai. Ini sangat penting karena Kolut rawan gempa. Jadi bisa ada informasi lebih cepat jika ada alat ini. Kita bersyukur BMKG mau memasang alatnya di sana,” ujar Nur Rahman.
Kolut diketahui acap kali diguncang gempa karena berada di jalur lempeng dan patahan sesar aktif. Di tahun 2019, periode Januari-Juni daerah pecahan Kolaka itu beberapa kali dilanda bencana gempa bumi.
12 April 2019, guncangan gempa bumi di Kota Lasusua pernah menembus 4,9 Skala Richter. Gempa bahkan sempat membangkitkan peringatan potensi tsunami.
Selain Kolut, shelter sensor gempa juga dipasang di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Wakatobi. Adm





