SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Kolaka Utara menjadi satu dari tiga kabupaten di Sultra yang membangun unit shelter. Alat deteksi gempa bumi dari BMKG ini didirikan di Ibu kota Kolut, Lasusua.
BACA JUGA :
- Safari Wakil Menteri Dikdasmen ke Wakatobi, Ingin Anak Pesisir Suku Bajo Nikmati Pendidikan Bermutu
- Potret Gedung Koperasi Merah Putih di Muna Barat: Ada yang Sudah Rampung, Sebagian Baru Mulai Dikerjakan
- Punya Ide Kreatif & Inovatif? Tuangkan Karyamu di Kompetisi Opini Ilmiah Forkestra BI Sultra, Hadiah Rp100 Juta Menanti
- Diskon Tambah Daya PLN Juli 2026 hingga 50%, Berlaku sampai 27 Juli
- Brigt Gas ‘Pink’ se-Sulawesi Turun Harga, Berikut Update Terbarunya!
Kemarin, Bupati Kolut, H Nur Rahman, telah menyetujui pinjam pakai tanah milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan shelter sensor gempa bumi.
“Lokasinya dekat pantai. Ini sangat penting karena Kolut rawan gempa. Jadi bisa ada informasi lebih cepat jika ada alat ini. Kita bersyukur BMKG mau memasang alatnya di sana,” ujar Nur Rahman.
Kolut diketahui acap kali diguncang gempa karena berada di jalur lempeng dan patahan sesar aktif. Di tahun 2019, periode Januari-Juni daerah pecahan Kolaka itu beberapa kali dilanda bencana gempa bumi.
12 April 2019, guncangan gempa bumi di Kota Lasusua pernah menembus 4,9 Skala Richter. Gempa bahkan sempat membangkitkan peringatan potensi tsunami.
Selain Kolut, shelter sensor gempa juga dipasang di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Wakatobi. Adm



