LAJUR.CO, KENDARI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari kini memiliki Unit Pengelola Darah (UPD) sendiri. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah baru rumah sakit milik Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan darah bagi pasien.
UPD RSUD Kota Kendari menjadi unit pengelola darah ketiga yang tersedia di Kota Kendari setelah Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas.
Fasilitas tersebut menyediakan layanan mulai dari penerimaan donor darah hingga penyediaan darah bagi pasien dan masyarakat yang membutuhkan.
Selain UPD, RSUD Kota Kendari juga terus memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan. Sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, di antaranya catheterization laboratory (cat lab), gedung fasilitas cuci darah, serta gedung rawat inap baru yang telah direvitalisasi.
Direktur RSUD Kota Kendari, Dr. Fauziah, mengatakan keberadaan UPD membuat rumah sakit kini memiliki fasilitas pengelolaan darah secara mandiri. Meski demikian, layanan tersebut tetap terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan.
“Masyarakat umum, masyarakat Kota Kendari, masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) silakan. Kabupaten kota lain yang memang betul-betul membutuhkan darah dan sesegera mungkin, insya Allah kalau ada di sini kita layani semuanya,” ujar Fauziah usai peresmian gedung UPD RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin mendonorkan darah dapat langsung memanfaatkan fasilitas UPD RSUD Kota Kendari. Sementara pasien yang membutuhkan darah akan dilayani sesuai golongan darah yang tersedia dan selama stok masih mencukupi.
Menurut Fauziah, keberadaan UPD menjadi salah satu upaya rumah sakit dalam mengantisipasi persoalan ketersediaan darah. Selama ini, kebutuhan darah di RSUD Kota Kendari masih banyak dipenuhi melalui PMI dan RS Bahteramas.
“Kadang-kadang kan stok tidak ada sama sekali, nah itu yang kita jaga. Kita menjawab tantangan bahwa Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi. Alangkah berdosanya kita kalau sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan tidak bisa menyediakan darah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan pembangunan UPD merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Menurut Siska, kehadiran UPD diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan rumah sakit agar semakin profesional dan berkualitas. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi standar pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dengan tersedianya UPD ini tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penggerak budaya donor darah sukarela Kota Kendari,” ujarnya.
Pembangunan UPD RSUD Kota Kendari telah dimulai sejak 2025. Fasilitas tersebut menjadi salah satu investasi Pemkot Kendari untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Siska berharap keberadaan UPD dapat memudahkan masyarakat memperoleh darah ketika membutuhkan layanan transfusi.
“Dengan UPD ini tidak ada lagi masyarakat yang bermasalah dalam keterbutuhan darah,” tuturnya.
Laporan: Ika Astuti



