LAJUR.CO, KENDARI – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari menemukan 15 jerigen di dalam sebuah mobil Toyota Innova saat melakukan patroli di SPBU Rabam, Kamis (15/10/2026). Temuan tersebut terdiri dari delapan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) dan tujuh jerigen kosong.
Pengemudi mobil tersebut diduga hendak mengisi BBM ketika terjaring pengawasan petugas. Namun, saat akan diperiksa, pengemudi justru panik dan berusaha melarikan diri hingga meninggalkan kendaraannya di lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kota Kendari, Dasril Yamin, mengatakan temuan itu bermula saat tim reaksi cepat (TRC) bersama personel patroli melakukan pengawasan rutin di SPBU Rabam.
Petugas kemudian memeriksa kendaraan yang dicurigai membawa jerigen. Hasilnya, ditemukan 15 jerigen dengan kondisi delapan telah terisi BBM dan tujuh lainnya masih kosong.
“Pada saat penindakan, kami mengecek saja. Ternyata pengemudinya panik dan berusaha kabur, tetapi tidak bisa. Jadi, akhirnya pengemudinya yang lari,” ungkap Dasril kepada awak Lajur.co, Kamis (15/10/2026).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Satpol PP Kendari berkoordinasi dengan kepolisian. Kendaraan beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
“Sekarang proses kami menyerahkan barang buktinya ke Polres,” katanya.
Dasril menjelaskan, patroli di SPBU merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah kota setelah sosialisasi dan penertiban aktivitas pengisian BBM. Petugas mulai berjaga sejak pukul 06.30 Wita, kemudian melanjutkan patroli secara acak.
Pengawasan difokuskan pada tiga SPBU, yakni Andonohu, Rabam, dan Saranani. Petugas turut memantau langsung aktivitas pengisian BBM di nozzle atau ujung dispenser pengisian bahan bakar.
“Setiap hari mulai setengah tujuh pagi kami sudah ada di SPBU-SPBU untuk melaksanakan penertiban dan pengawasan. Kami fokusnya ke SPBU, di mana pengawasan ini kami lakukan langsung di nozzle,” jelasnya.
Satpol PP Kendari memastikan pengawasan akan terus berlanjut di seluruh SPBU di Kota Kendari. Petugas turut merespons laporan warga apabila terjadi kembali penumpukan antrean kendaraan saat pengisian BBM.
“Insya Allah ke depan kami akan terus melakukan pengawasan di seluruh SPBU. Kalau ada laporan masyarakat bahwa di SPBU tertentu terjadi lagi penumpukan antrean, kami akan tindak lanjuti secara maksimal dengan melakukan pengawasan langsung di nozzle,” ujar Dasril.
Menurut dia, antrean BBM di sejumlah SPBU Kendari pada Kamis (15/10/2026) mulai berangsur normal. Kondisi tersebut, kata Dasril, menunjukkan pentingnya pengawasan untuk mencegah praktik pengisian BBM berulang kali oleh kendaraan yang sama.
“Kalau kita bicara fakta, hari ini seluruh SPBU di Kota Kendari sudah mulai landai. Inilah sebenarnya antrean BBM yang paling normal, di mana tidak ada pelangsir-pelangsir yang pulang-pergi mengisi BBM berulang kali,” pungkasnya. Sis.