BERITA TERKINIHEADLINEHUKRIMKESEHATAN

Stop Hujat Kapolda, HIPMI Sultra : Presma UHO Mesti Fokus Penanganan Covid-19

×

Stop Hujat Kapolda, HIPMI Sultra : Presma UHO Mesti Fokus Penanganan Covid-19

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sucianty Suaib Saenong, memberi tanggapan terkait statemen Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Haluoleo (UHO) yang meminta Kapolri mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Mardisyam.

BACA JUGA :

Baca Juga :  Ada 32 titik BBM Satu Harga di Sulawesi, di Sultra 4 Titik

Desakan pencopotan oleh Presma UHO terkait penjelasan keliru tentang 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk di Kendari yang ramai menjadi perbincangan.

Sucianty meminta mahasiswa tidak terpengaruh aksi hujat menghujat. Sebaliknya lebih bersikap bijak dan fokus mensuport upaya penanganan COVID-19 yang kini menjadi consern pemerintah Provinsi Sultra dan aparat militer.

“Biarkan lah saat ini Kapolda Sultra fokus bekerja membantu mengantisipasi agar wabah virus Covid-19 agar tidak menyebar luas,” ujar Sucianty.

“Marilah kita memberi semangat kepada pemerintah, kepolisian, TNI dan pihak-pihak yang terkait untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” lanjut wanita berhijab itu, Jumat 20 Maret 2020.

Soal ucapan keliru Kapolda Sultra tentang TKA yang masuk melalui Bandara Haluoleo Kendari beberapa hari lalu itu, ujar Suci, mahasiswa tidak bisa serta merta hanya melempar kesalahan pada Merdisyam.

Baca Juga :  Warga Diharap Tak Abaikan Prokes demi Covid-19 Segera Terkendali

Sebab, kata Suci, Gubernur Sultra, Ali Mazi atau pihak Imigrasi serta Kementerian Hukum dan HAM lah yang sejatinya memiliki wewenang menyampaikan temuan video viral TKA China dihadapan awak media.

“Kapolda Sultra diminta menyampaikan soal beredarnya video TKA maka dirinya bersedia meski data yang masuk belum valid dan baru bersifat informasi awal saja. Yang harusnya adalah Pak Ali Mazi atau pihak Imigrasi Kendari yang diminta untuk menjelaskan kedatangan TKA tersebut karena semua izin masuk TKA itu melalui mereka dan tidak mungkin TKA bisa masuk tanpa cap visa dari imigrasi,” ungkap Sucianty.

Baca Juga :  Imbauan Polisi: Pengendara Sepeda Motor Jangan Pakai Sandal Jepit

Ia menyayangkan akibat kekeliruan itu, Kapolda menjaid bulan-bulanan awak media yang yenga memburu informasi

Ditengah panik pandemi Corona, saat ini pencopotan Kapolda bukan hal yang urgen.

“Namun yang harus dipikirkan yaitu bagaimana pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dan pemerintah di kabupaten bisa mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Untuk pihak Kantor Imigrasi harus menahan agar TKA tidak masuk dan keluar di Sulawesi Tenggara jika hal tersebut tetap dilakukan maka hal tersebut sangatlah salah dan menambah keresahan masyarakat di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x