SULTRABERITA.ID, KENDARI – Mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Syarifuudin Udu memberi klarifikasi terkait rumor dirinya yang dikabarkan urung tampil di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna.
BACA JUGA :
- Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO
- UHO Resmi Buka PPDS Ilmu Bedah, Siapkan Spesialis Bedah Pesisir untuk Sultra
- Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Kemaraya, Transaksi Lewat Kios Kecil
- Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok!
- Sosialisasi Safety Riding PT Vale Dibubarkan Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa di Luwu Timur Mengaku Trauma
Kepada awak media, Kamis 4 Juni 2020, Syarifuddin menegaskan informasi yang dihembuskan tersebut tidak benar.

“Informasi itu sengaja digulirkan oleh pihak tertentu untuk menggiring opini publik guna kepentingan politiknya. Dan itu hal yang biasa terjadi dalam politik,” terangnya.
Ia menyatakan hingga saat ini terus aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat meski dengan kondisi terbatas karena pandemi Corona.
“Niat saya untuk maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada Muna 2020 sudah bulat. Hal ini sebagai bentuk komitmen saya untuk mengabdi bagi kepentingan daerah kita yang sama kita cintai. Dengan saya mencalonkan diri sebagai bupati Muna berarti saya memiliki peluang untuk menjadi bagian dalam menentukan masa depan Muna ke depan yang lebih baik,” jelas Syarifuddin.
Keseriusan tampil melawan bakal calon incumbent di Muna diakui Syarifuddin sudah bulat. Bahkan lobi-lobi partai politik masih terus dilakukan sebagai tiket wajib bagi kontestan Pilkada.
“Kalau saya tidak sungguh-sungguh untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Muna pada Pilkada 2020, mengapa saya harus buang-buang waktu untuk mendaftar pada 10 partai (semua partai di Kab Muna),” cetusnya.
“Dan alhamdulillah saya sudah melakukan komunikasi secara intens dengan beberapa partai, dan yang sangat berpeluang untuk memberikan Rekomendasi
diantaranya Partai Hanura, PDIP, PPP, Partai Demokrat, PAN dan Gerindra,” sambung Syarifuddin.
Ia menyatakan saat ini sudah ada partai yang menyatakan komitmen sehingga syarat dukungan parpol sebagai Calon Bupati di Pilkada Muna 2020 diyakini bisa terpenuhi.
“Masyarakat Muna sudah sangat cerdas untuk menentukan pilihan, karena kalau salah memilih berarti membiarkan Muna yang kita cintai ini semakin jauh ketinggalan,” tutupnya. Adm




