LAJUR.CO, KENDARI – Usia bukan menjadi penghalang bagi sejumlah kepala daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tetap berada di garis depan pemerintahan. Di antara para pemimpin daerah periode 2025-2030, terdapat sejumlah figur yang telah memasuki usia enam dekade, bahkan mendekati tujuh dekade.
Mereka datang dari latar belakang yang beragam. Ada yang menghabiskan puluhan tahun sebagai birokrat dan pendidik sebelum terjun ke politik, ada yang pernah memimpin daerah pada periode sebelumnya, hingga figur yang berpengalaman di dunia politik dan usaha.
Salah satu figur paling senior adalah Yosep Sahaka, Plt Bupati Kolaka Timur (Koltim). Ia lahir pada 22 November 1956 dan kini berusia 69 tahun.
Sebelum terjun ke dunia politik, Yosep memiliki perjalanan panjang di bidang pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Mowewe pada 2007-2016.
Kariernya kemudian berlanjut ke dunia politik. Pada Pilkada Kolaka Timur 2024, Yosep maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Abdul Azis. Setelah Abdul Azis tersandung perkara hukum, Yosep kemudian dipercaya menjalankan roda pemerintahan Kolaka Timur sebagai Plt bupati.
Selain Yosep, terdapat lima kepala daerah definitif hasil Pilkada 2024 yang masuk jajaran pemimpin daerah paling senior di Sultra. Mereka adalah Bachrun Labuta, Nur Rahman Umar, Muhammad Adios, Yusran Fahim, dan Burhanuddin.
Untuk kategori kepala daerah definitif, posisi teratas ditempati Bupati Muna Bachrun Labuta. Ia lahir pada 1 Mei 1957 dan kini berusia 69 tahun.
Bachrun menjadi salah satu kepala daerah definitif paling senior di Sultra periode 2025-2030. Mantan Wakil Bupati Muna tersebut juga menjadi satu-satunya bupati dalam daftar ini yang lahir pada dekade 1950-an.
Di posisi berikutnya ada Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar, yang lahir di Lasusua pada 4 April 1962. Kini, usianya 64 tahun.
Nur Rahman memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat sebelum terjun ke panggung politik dengan mengemban sejumlah jabatan strategis. Pengalaman itulah yang mengantarkan Nur Rahman ke kursi Bupati Kolaka Utara. Nur Rahman pertama kali terpilih pada Pilkada 2017 dan memimpin hingga 2022.
Setelah sempat tidak berada di kursi bupati, ia kembali maju pada Pilkada 2024 dan berhasil memenangkan kontestasi. Nur Rahman kemudian dilantik untuk periode keduanya sebagai Bupati Kolaka Utara pada 20 Februari 2025.
Berikutnya ada Bupati Buton Selatan Muhammad Adios. Ia lahir pada 2 Oktober 1962 dan kini berusia 63 tahun.
Adios terpilih pada Pilkada 2024 dan memimpin Buton Selatan untuk periode 2025-2030 bersama Wakil Bupati La Ode Risawal.
Sebagai kepala daerah, Adios dihadapkan pada berbagai agenda pembangunan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan karakter Buton Selatan sebagai daerah kepulauan.
Usia yang tidak jauh berbeda dimiliki Wali Kota Baubau Yusran Fahim. Ia lahir pada 17 Desember 1962 dan kini berusia 63 tahun.
Yusran berduet dengan Wa Ode Hamsinah Bolu pada Pilwali Baubau 2024. Keduanya berhasil memenangkan kontestasi dan Yusran kemudian dilantik sebagai Wali Kota Baubau periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025.
Yusran memiliki latar belakang politik dan dunia usaha. Pengalaman tersebut kini menjadi bekal dalam memimpin Baubau, salah satu pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di kawasan Kepulauan Buton.
Posisi berikutnya ditempati Bupati Bombana Burhanuddin. Ia lahir pada 20 Mei 1965 dan kini berusia 61 tahun.
Sebelum menjadi bupati definitif, Burhanuddin lebih dahulu dikenal sebagai birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sultra.
Pengalamannya di pemerintahan daerah kemudian membawanya dipercaya menjadi Penjabat Bupati Bombana pada 2022-2023. Karena itu, Bombana bukan wilayah yang asing baginya.
Pada Pilkada 2024, Burhanuddin kembali ke daerah tersebut sebagai peserta kontestasi. Ia berhasil memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Bupati Bombana periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025.
Keberadaan para kepala daerah senior tersebut menunjukkan bahwa wajah kepemimpinan Sultra periode 2025-2030 tidak sepenuhnya didominasi generasi muda.
Namun, usia dan pengalaman panjang itu kini bermuara pada tanggung jawab yang sama yakni menjawab berbagai persoalan masyarakat di daerah masing-masing. Red



