LAJUR.CO, KENDARI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan untuk memperkuat operasi pencarian korban insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kapal tersebut diberangkatkan sejak Jumat (18/7) dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari sebagai bagian dari Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mendukung tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa terjadi sejak Rabu (15/7), di perairan barat Pulau Polassi. Kapal yang mengangkut 78 orang tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam setelah menghadapi kondisi perairan yang tidak mendukung.
Berdasarkan pembaruan data operasi SAR, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 25 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian dengan menambah kekuatan personel dan armada untuk menemukan korban yang masih hilang.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan KN SAR Pacitan diberangkatkan pada pukul 12.10 Wita untuk membantu operasi pencarian korban di wilayah perairan Kepulauan Selayar.
“KN SAR Pacitan diberangkatkan dalam rangka BKO Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal menempuh jarak sekitar 262 nautical mile (NM) dengan estimasi waktu pelayaran kurang lebih 18 jam hingga tiba di last known position (LKP),” ujar Amiruddin.
Ia menjelaskan, KN SAR Pacitan merupakan kapal negara berbahan aluminium dengan panjang 59,8 meter dan memiliki kecepatan maksimum 20 knot. Dalam operasi ini, kapal tersebut membawa 28 personel yang terdiri dari satu orang Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 kru KN SAR Pacitan, serta enam rescuer KPP Kendari.
“Selain KN SAR Pacitan, kami juga mengerahkan Sea Rider, sekoci, rubber boat, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya agar operasi pencarian berjalan maksimal dan dapat mempercepat penemuan korban yang masih dicari,” jelasnya.
KN SAR Pacitan menjadi salah satu armada utama yang dimiliki Basarnas untuk mendukung berbagai operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia. Dengan kemampuan jelajah dan dukungan peralatan SAR yang dimiliki, kapal tersebut diharapkan mampu memperkuat unsur SAR gabungan dalam memperluas penyisiran lokasi pencarian korban KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar. Adm



