SULTRABERITA.ID, BAUBAU – Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, Rosa Amelia, mengingatkan warga Kota Baubau dan pemda setempat lebih waspada dan melakukan mitigasi dini terhadap kemungkinan ancaman bencana gempa yang bisa saja melanda kota tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat patahan aktif pada sisi barat daratan Pulau Buton. Patahan itu melebar dari Kabupaten Buton Utara sampai Kota Bau Bau.
BACA JUGA :
- Terniat! Dosen dan Dua Mahasiswa UHO Kompak Borong Penghargaan Forkestra BI Sultra 2026
- Tembus Pasar Internasional, Kopi Tolaki Binaan BI Sultra Jajaki Pasar Tiongkok & Amerika Serikat
- Buka Wawasan Soal Ekonomi Sultra, Mahasiswa Pakistan UIN Antusias Ramaikan FORKESTRA 2026
- Mahasiswa Asal Pakistan Cerita Culture Shock Kuliah di UIN, Sekarang Jago ‘Mi’ Logat Kendari
- Diekspor ke China, Pesantren Binaan BI Sultra Kini Jadi Pemasok Singkong Industri Tepung Tapioka
Akibat patahan ini, gempa berkekuatan dengan magnitude maksimum 7,1 berpotensi terjadi di Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.
Kepada wartawan, Jum’at (21/2/2020), Rosa menjelaskan bahwa Pulau Buton masuk dalam kawasan rawan gempa bumi.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan pihak BMKG sejak tahun 2007 sampai dengan Januari 2020, setidaknya telah terjadi 952 gempa dangan getaran yang dirasakan cukup kuat. Bahkan beberapa gempa tidak terasa sama sekali oleh warga.
“Gempa pada umumnya terjadi pada kedalaman dangkal mulai dari 4 kilometer (km) hingga 66 kilo meter,” jelasnya.
Sebagai antisipasi, Rosa menghimbau supaya bangunan yang terdapat disekitar sesar dirancang dengan konstruksi tahan gempa. Adm



