SULTRABERITA.ID, BAUBAU – Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, Rosa Amelia, mengingatkan warga Kota Baubau dan pemda setempat lebih waspada dan melakukan mitigasi dini terhadap kemungkinan ancaman bencana gempa yang bisa saja melanda kota tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat patahan aktif pada sisi barat daratan Pulau Buton. Patahan itu melebar dari Kabupaten Buton Utara sampai Kota Bau Bau.
BACA JUGA :

- Bikin Geger! Paus Sperma Panjang 8 Meter Mati Terdampar di Pomalaa Kolaka
- Komitmen Ridwan Bae di Senayan Realisasikan Program Infrastruktur di Koltim Panen Apresiasi dari Warga
- CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dari SWA
- Masuk Lebaran Inflasi Sultra Februari 2026 Meroket 5,41 Persen, Harga Listrik & Pangan Membengkak
- Duit Warga Sultra yang Kena Tipu Scam Tembus Rp21,8 Miliar, OJK Sebut Ada 1.460 Laporan
Akibat patahan ini, gempa berkekuatan dengan magnitude maksimum 7,1 berpotensi terjadi di Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.
Kepada wartawan, Jum’at (21/2/2020), Rosa menjelaskan bahwa Pulau Buton masuk dalam kawasan rawan gempa bumi.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan pihak BMKG sejak tahun 2007 sampai dengan Januari 2020, setidaknya telah terjadi 952 gempa dangan getaran yang dirasakan cukup kuat. Bahkan beberapa gempa tidak terasa sama sekali oleh warga.
“Gempa pada umumnya terjadi pada kedalaman dangkal mulai dari 4 kilometer (km) hingga 66 kilo meter,” jelasnya.
Sebagai antisipasi, Rosa menghimbau supaya bangunan yang terdapat disekitar sesar dirancang dengan konstruksi tahan gempa. Adm





