SULTRABERITA.ID, KENDARI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan, Senin, 24 Februari 2020, dibuka melemah seiring koreksi bursa saham global.
IHSG dibuka melemah 36,11 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.846,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,25 poin atau 0,97 persen menjadi 948,12.
BACA JUGA :
- Dua Pelajar Sultra Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Siswa SMA 2 Baubau & SMA 1 Kulisusu Butur
- Jemaah Haji Asal Kendari Meninggal di Tanah Suci Tanpa Riwayat Sakit
- 6 Kebiasaan Orang Tua yang Membentuk Anak Berhati Baik
- Super Brand Day Telkomsel-Erajaya Hadir di Indonesia Timur, Diskon hingga Rp1,9 Juta dan Gratis Netflix
- Festival Liangkobhori 2026 Siap Suguhkan Atraksi Budaya Hingga Napak Tilas Manusia Purba di Pulau Muna
“IHSG kami perkirakan akan melemah di awal pekan dan berpeluang “rebound” di akhir pekan,” kata Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee di Jakarta.
Pada akhir pekan lalu, terdapat indikasi peningkatan kasus Virus COVID-19 di Cina, di mana pemerintah Cina merilis ada lebih dari 800 kasus baru terjadi. Komisi Kesehatan Nasional Cina menyebutkan ada 74.576 kasus telah dikonfirmasi dan yang meninggal sebanyak 2.118 orang.
Tekanan pasar juga terjadi karena ada kekhawatiran penyebaran Virus COVID-19 di luar Cina. Korea Selatan telah melaporkan adanya 100 kasus baru. Di Jepang sendiri dilaporkan lebih dari 80 orang dinyatakan positif terkena Virus COVID-19.
Penelitian terbaru menunjukkan Virus COVID-19 lebih mudah menular daripada yang diperkirakan sebelumnya. Hal itu menimbulkan ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Hans, pasar keuangan dunia diperkirakan membaik ketika ditemukan perlambatan penyebaran virus sebagai tanda awal teratasinya wabah COVID-19.
“Bila Virus Corona berhasil ditanggulangi, maka dampak ekonomi dan bisnis akan menjadi pusat perhatian pasar,” ujar Hans.
Dampak ekonomi Virus COVID-19 disampaikan juga oleh S&P Global Ratings yang mengatakan perbankan China bisa mengalami kredit macet sebanyak 1,1 triliun dolar AS karena Virus COVID-19 yang berakibat tekanan pada ekonomi Cina.
Sedangkan Goldman Sachs mengatakan pasar keuangan dunia telah meremehkan potensi dampak dari wabah COVID-19 terhadap ekonomi dan bisnis.
“Hal ini membuat kami memperkirakan adanya potesi terjadi risiko koreksi pada indeks dunia ke depannya,” kata Hans.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng melemah 340,8 poin atau 1,25 persen ke 26.968 dan indeks Straits Times melemah 23 poin atau 0,72 persen ke 3.158,03. Sedangkan bursa saham Jepang tutup. Adm
Sumber : tempo.co
Judul : https://bisnis.tempo.co/read/1311365/awal-pekan-ihsg-melemah-seiring-koreksi-bursa-saham-global/full?view=ok




