LAJUR.CO, KENDARI – Pernah merasa jantung tiba-tiba seperti berhenti sesaat lalu disusul satu detakan yang lebih kuat? Banyak orang menggambarkannya sebagai ‘jantung loncat satu detak’, apakah ini kondisi normal?
Menurut Spesialis Penyakit Dalam dengan subspesialisasi Kardiovaskular, dr Simon Salim, SpPD-KKV dari Brawijaya Hospital, kondisi ini dinamakan aritmia PVC (Premature Ventricular Contraction) atau irama prematur.
“Sebenarnya (detak jantung( lebih prematur, lebih dini. Munculnya lebih duluan. Karena dia munculnya lebih duluan, maka setelah dia muncul, ada pause,” kata dr Simon saat ditemui usai acara detikSore, Senin (10/8/2026).
Karena dia datangnya lebih dulu, dari detak jantung yang reguler ada satu yang datangnya lebih awal. Karena dia datang lebih awal, otomatis dia jadi skip yang (detakan) berikutnya,” sambungnya.
Saat ditanya apakah ini normal atau justru tanda bahaya, dr Simon mengatakan bahwa butuh pemeriksaan minimal dengan EKG (Elektrokardiogram).
“Karena kalau kita nggak tahu dia sehari berapa persen, kita nggak tahu dia hanya terasa tapi nggak berbahaya, atau dia potensi berbahaya,” katanya.
“Pemeriksaan paling minimal EKG yang 24 jam,” tutupnya. Adm



