SULTRABERITA.ID, KENDARI – Makanan bersantan kerap dianggap sebagai pembawa masalah kesehatan.
Makanan mengandung santan juga kerap diklaim sebagai penyebab obesitas karena kandungan lemak jenuh di dalamnya?
BACA JUGA :
- Pemkot Kendari Target 55 Ribu Siswa SD-SMP Punya Rekening Tabungan, Bidik Kejar Award OJK 2026
- Jadwal Daftar KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri dan Syarat Penerimanya
- Dua Lurah & Satu ASN di Kendari Jalani Sidang Etik Usai Viral Pesta Miras Bersama Wanita BO
- Harga Buah Impor Makin Mahal Gara-gara Rupiah Amblas
- Angkat Potensi Sagu & Daun Bakau, Tim UHO Raih Juara III National Business Plan Competition 2026 di UNY
Lantas, apakah makanan bersantan benar-benar berefek buruk pada kesehatan
Melansir Hello Sehat, santan dibuat dari daging buah kelapa yang diparut dan dihancurkan bersama dengan air.
Rasanya yang gurih dan sedikit manis membuat santan seringkali dijadikan bahan tambahan berbagai jenis hidangan atau minuman.
Sayangnya, santan kerap dikambinghitamkan sebagai penyebab berbagai penyakit yang menyerang tubuh. Tapi, benarkah demikian?
Tak selalu buruk, santan sebenarnya juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Melansir Medical News, berikut 3 manfaat santan:
- Menurunkan berat badan
Banyak sumber mengatakan bahwa santan memiliki kandungan lemak jenuh sangat tinggi yang membuat kita lebih cepat gemuk.
Faktanya, lemak jenuh pada santan adalah trigliserida rantai-sedang, bukan trigliserida rantai-panjang.
Trigliserida rantai sedang memiliki struktur molekul yang sederhana sehingga mudah larut dalam air dan mudah berpindah dari usus kecil menuju hati.
Oleh karena itu, jenis lemak pada santan lebih cepat menghasilkan energi.
Ini artinya hanya sedikit lemak yang akan tersisa dan menumpuk di jaringan lemak dan mempercepat metabolisme tubuh yang membantu menurunkan berat badan.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan kaya lemak jenuhmenyebabkan peningkatan kolesterol risiko penyakit jantung.
Namun, sumber lemak jenuh yang berbeda dapat mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda.
Genetika juga memainkan peran dalam bagaimana seseorang memetabolisme lemak jenuh dan dampaknya pada kesehatan.
Hanya sedikit penelitian yang meneliti efek santan pada kadar kolesterol.
Riset membuktikan bahwa santan tidak secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol jahat tetapi justru meningkatkan kadar “kolesterol baik” yang melindungi jantung.
Asam yang terkandung dalam santan juga terbukti bisa membunuh tiga organisme aterogenik utama yang menyebabkan pembentukan plak pada arteri dan memicu penyakit jantung.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kelapa mengandung lipid yang disebut asam laurat, dan banyak peneliti percaya bahwa asam laurat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.
Beberapa riset menunjukkan bahwa asam laurat memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi.
Dalam sebuah studi tentang efek antimikroba pada asam laurat dari kelapa, para peneliti mengisolasi berbagai strain bakteri dan memaparkannya pada asam laurat dalam cawan petri.
Mereka menemukan bahwa asam laurat secara efektif menghambat pertumbuhanStaphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Mycobacterium tuberculosis.
Temuan menunjukkan bahwa asam ini menghambat pertumbuhan sel kanker pada payudara dan endrometrium dengan merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel. adm
Sumber : Kompas.com
Judul : https://health.kompas.com/read/2020/02/14/073400768/3-manfaat-santan-bagi-kesehatan-tubuh?page=2




