LAJUR.CO, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar kampanye pencegahan Tuberkulosis (TBC) di Desa Watulara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Jumat (10/4/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menekan penyebaran penyakit menular di wilayah operasionalnya.
Kegiatan promosi kesehatan (promkes) tersebut berfokus pada edukasi masyarakat terkait bahaya TBC serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan.
Occupational Health Doctor PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. R Fausan Numyani P, mengatakan program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

“Kami menyadari bahwa fondasi lingkungan sehat berawal dari keluarga. PT Vale berkomitmen mendukung terwujudnya Kolaka yang sehat, bersih, dan berdaya,” ujar Fausan saat ditemui di Kolaka, Jumat.
Ia menegaskan, inisiatif tersebut tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan warga setempat dalam menekan penyebaran penyakit menular.
“Harapannya, kegiatan ini memberi dampak nyata dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga keluarga di sekitar area operasional dapat saling menjaga kesehatan,” tambahnya.
Meski begitu, sejumlah warga menilai kegiatan serupa masih sebatas sosialisasi jangka pendek dan belum menyentuh persoalan mendasar. Mereka menyoroti keterbatasan akses pemeriksaan rutin serta minimnya pendampingan lanjutan setelah kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi langkah yang dilakukan perusahaan. Menurutnya, edukasi memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan TBC yang tergolong cepat.
“TBC merupakan ancaman serius yang bisa menyerang siapa saja. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap warga yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menekankan penanganan TBC tidak cukup hanya melalui penyuluhan, tetapi harus diiringi dengan deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan.
“Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Jika ditemukan satu kasus dalam rumah, seluruh anggota keluarga perlu segera menjalani skrining karena penularannya sangat cepat,” jelasnya.
Puskesmas Baula, lanjut Sukmawati, terus melakukan pendampingan, termasuk skrining aktif guna memastikan rantai penularan dapat ditekan.
Selain TBC, masyarakat diingatkan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga diimbau rutin membersihkan lingkungan dan menguras tempat penampungan air sebagai langkah pencegahan.
Secara umum, program promosi kesehatan yang dijalankan PT Vale dinilai sebagai langkah awal yang positif. Namun, efektivitasnya dalam menurunkan angka kasus TBC di wilayah Baula masih memerlukan evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh intensitas sosialisasi, tetapi juga konsistensi pendampingan, ketersediaan layanan kesehatan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang. Adv




