LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 243 alumni Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti tahapan wawancara kerja dalam proses rekrutmen PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) yang difasilitasi Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (UPA PK2M) UHO.
Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi kampus terbesar di Bumi Anoa itu dalam mendukung program nasional penurunan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi. Melalui fasilitasi rekrutmen langsung di kampus, UHO berupaya mempercepat transisi alumni dari dunia pendidikan ke dunia kerja agar tidak mengalami masa tunggu yang panjang setelah lulus.
Tahapan wawancara berlangsung selama dua hari, 5–6 Maret 2026, di Auditorium Mokodompit UHO. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari seleksi administrasi yang sebelumnya diikuti 1.644 pendaftar.
Kepala UPA PK2M UHO, Laode Sirjon, mengatakan proses wawancara tersebut merupakan tindak lanjut dari job fair yang digelar pada 28 Januari 2026.
Pada tahap awal, para pelamar mendapatkan pengenalan perusahaan sekaligus mengikuti seleksi berkas sesuai kebutuhan formasi yang dibuka.
“Dari ratusan peserta yang lolos seleksi administrasi, sebanyak 243 orang berhak mengikuti tahapan wawancara,” ujar Sirjon, Jumat (6/3).
Ia menyebut peluang alumni UHO untuk diterima cukup besar. Bahkan, berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, lebih dari setengah peserta wawancara berpotensi direkrut.
Selain membuka akses kerja, UHO melalui UPA PK2M juga terus mendorong pemberdayaan alumni melalui berbagai program pengembangan kapasitas, seperti pelatihan soft skills, kewirausahaan, hingga pendampingan karier. Langkah ini dilakukan agar alumni tidak hanya bergantung pada peluang kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Persaingannya cukup terbuka. Ini juga masih tahap awal. Perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja untuk empat posisi dan kemungkinan akan kembali membuka rekrutmen sekitar akhir April atau Mei untuk formasi yang belum terisi,” jelasnya.
Sirjon menambahkan, pelaksanaan wawancara yang difasilitasi di kampus merupakan hasil koordinasi antara pihak UHO dan perusahaan. Awalnya, proses tersebut direncanakan berlangsung di kawasan industri Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Namun, kebijakan itu disesuaikan guna meringankan beban biaya transportasi dan akomodasi pelamar yang berasal dari berbagai daerah di Sultra, bahkan luar wilayah.
“Jika dilakukan di Pomalaa, tentu pelamar harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kami hadir sebagai fasilitator bagi mitra industri,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua program studi memiliki peluang dalam rekrutmen tersebut karena kebutuhan kompetensi perusahaan bersifat spesifik di bidang industri.
Selain itu, pihak perusahaan juga mendorong agar ke depan UHO mempertimbangkan pembukaan program studi Sastra Mandarin atau setidaknya menjadikannya sebagai mata kuliah.
Hal ini dinilai penting mengingat sebagian besar perusahaan di kawasan industri tersebut berasal dari Tiongkok. Saat ini, mayoritas alumni UHO disebut belum menguasai bahasa Mandarin.
“Kami tentu perlu membahas ini lebih lanjut dengan pimpinan. Jangan sampai membuka program studi baru tanpa mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang,” tutupnya.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran kampus sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan industri. UHO berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai sektor guna meningkatkan daya serap lulusan. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan sarjana, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi melalui pengurangan pengangguran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Job Fair Terbesar UHO Gandeng Industri, Ribuan Alumni Serbu Peluang Karier di IPIP
Sebelumnya, melalui kemitraan antara UHO dan IPIP, ribuan alumni mendapatkan kesempatan kerja dalam job fair yang digelar pada 28 Januari 2026.
Sebanyak 1.644 alumni tercatat mengikuti kegiatan tersebut, yang menjadi salah satu bursa kerja terbesar yang pernah diselenggarakan di kampus UHO.
Dalam ajang itu, IPIP membuka lebih dari 100 posisi kerja dari berbagai bidang. Mulai dari crew gudang, surveyor, crew conveyor, koordinator lapangan, staf statistik, engineer, hingga staf operasional.
Selain itu, tersedia pula posisi staf analis kimia, teknisi pemeliharaan jaringan, HR specialist, HI specialist, staf gudang penyimpanan B3, staf gudang produk jadi, serta sejumlah formasi lain yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan alumni.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Takdir Saili, menyampaikan apresiasi kepada IPIP atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang patut disyukuri.

Ia menegaskan, UHO tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membuka akses alumni ke dunia kerja.
Menurutnya, job fair menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara universitas dan pemerintah untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, khususnya di sektor industri.
Melalui berbagai langkah strategis ini, UHO juga menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah diharapkan dapat terus diperkuat, sehingga tercipta ekosistem yang mendukung penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Bumi Anoa
“Setelah diterima bekerja, diharapkan alumni dapat memberikan dedikasi terbaik bagi perusahaan, sekaligus menjaga nama baik almamater,” katanya.
Ia mengingatkan para alumni agar memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal, serta menunjukkan kinerja yang baik saat bekerja.
Melalui berbagai langkah strategis ini, UHO juga menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah diharapkan dapat terus diperkuat, sehingga tercipta ekosistem yang mendukung penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Bumi Anoa.
“Saya berpesan agar seluruh alumni menjaga kehormatan almamater dengan menunjukkan dedikasi dan profesionalisme di tempat kerja,” pungkasnya. Adv







