LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 14 negara ambil bagian dalam pelaksanaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting dan Asia-Pacific Forum 2026 yang resmi dibuka di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5).
Kehadiran delegasi dari negara-negara ASEAN hingga Turki dan Prancis menjadi peluang besar bagi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan jasa.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan forum internasional tersebut menjadi momentum penting agar Kota Kendari semakin dikenal, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global.
Menurut Siska, agenda internasional itu membuka ruang promosi bagi berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari sektor perikanan, pertanian, sumber daya alam, jasa, hingga destinasi wisata.
“Targetnya Kota Kendari tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Siska.
Ia menambahkan, kehadiran para delegasi tidak sekadar menjadi bagian dari agenda formal, melainkan simbol kepercayaan internasional yang dapat memperkuat kerja sama antardaerah maupun antarnegara.
Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta menghormati budaya lokal.
“Kita berkumpul di sini dengan komitmen bersama untuk mendorong pariwisata berkelanjutan sebagai landasan masa depan yang tangguh dan inklusif,” kata Siska.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr Bernadia Irawati Tjandradewi, menyebut Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Menurut Bernadia, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan sektor pariwisata tetap memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan budaya lokal.
“Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayakusuma, menegaskan UCLG ASPAC bukan sekadar forum pertemuan kepala daerah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas internasional di tengah tantangan pembangunan global.
Akhmad menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau serta kekayaan budaya yang melimpah.
“Potensi tersebut harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan,” tuturnya.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari karena dinilai mampu menyelenggarakan forum internasional dengan melibatkan sumber daya lokal.
“Semua penarinya berasal dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Hal ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional,” ucapnya.
Laporan: Ika Astuti





