LAJUR.CO,KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mulai menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah berupa beras dan minyak goreng kepada warga terdampak banjir di tujuh kecamatan. Bantuan tersebut berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan total warga terdampak banjir di Kota Kendari mencapai 1.339 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 5.945 jiwa. Setiap warga akan menerima bantuan beras sebanyak 2,1 kilogram per jiwa.
“Ini sudah dihitung per jiwa, jadi per karung itu ada yang besar dan kecil. Itu timbangannya sesuai dengan gramnya, karna ada persyaratan khusus dari Bappenas,” kata Siska.
Menurut dia, proses distribusi bantuan diperkirakan selesai dalam waktu tiga hari. Hal itu lantaran beras yang dikirim pemerintah pusat masih dalam kemasan karung 50 kilogram sehingga harus dikemas ulang sebelum dibagikan kepada warga.
“Insya Allah paling telat itu tanggal 17 kita selesaikan. Karna ini membutuhkan waktu lama untuk packing, yang datang soalnya beras 50 kilogram per karung,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pemerintah pusat menyalurkan sebanyak 52 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan 3.060 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara. Wilayah penerima bantuan meliputi Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara.
Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat bencana banjir.
Siska menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap warga terdampak banjir di Kendari.
“Terutama Bapak Menteri PU, insya Allah dalam waktu dekat, strategi penanganan banjir di kawasan sini yang paling menjadi senter dari banjir tersebut akan segera dibangun,” ungkapnya.
Laporan: Ika Astuti




