BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Atasi Kelangkaan, Bulog Pasok 4.200 Liter Minyak Goreng Subsidi di Pasar Anduonohu H-1 Iduladha

×

Atasi Kelangkaan, Bulog Pasok 4.200 Liter Minyak Goreng Subsidi di Pasar Anduonohu H-1 Iduladha

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra) menambah pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita sebanyak 4.200 liter di Pasar Anduonohu, Kota Kendari, Selasa (26/5/2026). Distribusi dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga pangan tersebut di pasaran.

Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Sultra, Yusran, mengatakan ribuan liter minyak goreng tersebut mulai disalurkan kepada para pedagang mitra Bulog di Pasar Anduonohu persis H-1 Lebaran Haji. Adapun Harga Eceran Tertinggi Minyakita ke konsumen RP15.700 perliter.

“Ada 4.200 liter didistribusikan khusus Pasar Anduonohu per hari ini,” ujar Yusran kepada Lajur.co.

Yusran menjelaskan, untuk pasokan Minyakita yang ditangani Bulog sejauh ini relatif stabil dan tidak mengalami pengurangan suplai. Rata-rata distribusi minyak goreng subsidi yang disalurkan Bulog ke pedagang mitra mencapai 200 ribu liter.

Baca Juga :  Ciri-ciri Urine yang Bisa Jadi Tanda Kerusakan Ginjal di Usia Muda

Distribusi Minyakita di Sultra sendiri tidak sepenuhnya ditangani oleh Bulog. Perusahaan plat merah ini hanya memegang sekitar 30 hingga 45 persen kuota penyaluran minyak goreng subsidi di wilayah Sultra. Sementara sisanya didistribusikan oleh BUMN lain maupun perusahaan distributor lainnya.

“Kalau soal penimbunan kami kurang tahu. Tapi terkait distribusi, penyaluran Minyakita bukan hanya Bulog. Kami hanya sekitar 30 sampai 45 persen, selebihnya ditangani ID Food dan perusahaan lain. Cuma yang sering terlihat itu Bulog, padahal sebagian besar juga dari distributor lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus penyaluran bantuan pangan memang sepenuhnya ditangani oleh Bulog. Sementara distribusi reguler ke pasar dipegang beberapa korporasi diantaranya ID Food yang merupakan salah satu holding BUMN pangan di Indonesia.

“Selama ada stok yang kami terima, selalu langsung kami salurkan ke pasar. Mulai dari Pasar Anduonohu, Mandonga, hingga pasar tradisional lainnya di Kota Kendari,” tutup Yusran.

Baca Juga :  PT Vale Tanam Mangrove di Morowali, Gaungkan Hemat Energi Saat Hari Bumi 2026

Sebelumnya diberitakan Lajur.co, kelangkaan minyak goreng di Kota Kendari dikeluhkan para pedagang pasar tradisional. Dalam beberapa bulan terakhir, produk minyak goreng subsidi seperti Minyakita disebut semakin sulit ditemukan di pasaran. Kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan minyak goreng curah maupun premium.

Salah satu pedagang di Pasar Anduonohu, Ani, mengaku sudah sekitar empat bulan terakhir tidak lagi menjual minyak goreng karena kesulitan mendapatkan stok.

“Sudah 4 bulan kita tidak jual minyak goreng dek, dia sakit mi kepala ku cari ini minyak goreng,” ujarnya saat ditemui awak media.

Menurut Ani, kelangkaan stok turut memicu kenaikan harga di tingkat pedagang. Sebelumnya Minyakita dijual sekitar Rp22 ribu per liter, namun kini naik menjadi Rp27 ribu per liter akibat pasokan yang semakin menipis.

Baca Juga :  Bulog Ajak Siswa SMAN 9 Kendari Eduwisata ke Gudang Beras Punggaloba

“Kita bilang mau disembunyi padahal tidak, yang jelas tidak ada kasihan,” ungkap Ani, Senin (25/5/2026).

Ani mengatakan, sebelumnya dirinya rutin menerima pasokan minyak goreng langsung dari Bulog dalam jumlah besar. Namun dalam beberapa waktu terakhir, distribusi yang diterima jauh berkurang dibanding biasanya.

Akibat kelangkaan tersebut, omzet penjualannya ikut menurun drastis karena sebagian besar pelanggan datang untuk membeli minyak goreng.

“Biasanya stokku banyak, sekarang enda taumi itu keknya da hilangmi semua minyak goreng di bumi,” ucapnya sambil tersenyum.

Sejumlah pedagang lain di Pasar Anduonohu juga mengeluhkan hal serupa. Mereka berharap distribusi minyak goreng subsidi di Kota Kendari dapat kembali normal agar harga di tingkat pasar lebih stabil. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x