BERITA TERKINIHEADLINE

Bulog Cetak Rekor Serap 3 Juta Ton Beras Petani: Provinsi Sultra Tembus 61,18 Persen Target 2026

×

Bulog Cetak Rekor Serap 3 Juta Ton Beras Petani: Provinsi Sultra Tembus 61,18 Persen Target 2026

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Perum Bulog kembali mencatat capaian penting dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton pada 2026.

Capaian tersebut menjadi tonggak baru sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sendiri, capaian penyerapan menunjukkan tren positif. Perum Bulog Kantor Wilayah Sultra diketahui memiliki target pengadaan atau penyerapan gabah dan beras petani sebesar 119 ribu ton pada 2026.

Berdasarkan data Power BI per closing 2 Juni 2026, serapan beras Bulog Sultra tercatat mencapai 72.655 ton. Artinya, dalam waktu sekitar enam bulan saja, Sultra telah menembus 61,18 persen dari target pengadaan tahun 2026.

Baca Juga :  Ciri-ciri Urine yang Bisa Jadi Tanda Kerusakan Ginjal di Usia Muda

Capaian tersebut menunjukkan realisasi penyerapan gabah dan beras di Sultra telah mendekati target tahunan yang ditetapkan pemerintah.

Adapun daerah di Sultra dengan kontribusi produksi beras tertinggi di Sultra periode Januari–Juni 2026 yakni Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang bekerja selama musim panen berlangsung.

“Alhamdulillah, hingga awal Juni 2026 Bulog berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Baca Juga :  Jadi Pendaftar Keempat, Akademisi Kelahiran Kupang Prof. Azhar Bafadal Ramaikan Bursa Calon Rektor UHO

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

Keberhasilan penyerapan gabah dan beras itu juga berdampak langsung pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton, level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Ketersediaan stok yang kuat tersebut dinilai mampu menjamin kebutuhan pemerintah untuk berbagai program, mulai dari stabilisasi harga pangan, penyaluran bantuan pangan, hingga mitigasi dampak bencana dan gejolak pasar.

Baca Juga :  Potret Zona KHAS di Eks MTQ Kendari, Pusat Wisata Kuliner Halal Baru yang Ramah Keluarga

Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Dengan musim panen yang masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis, perusahaan akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Capaian ini menjadi bukti semakin kuatnya upaya Indonesia menuju kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan global, Bulog terus menjalankan perannya sebagai instrumen negara yang memastikan hasil panen petani terserap optimal, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.

“Bulog akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan 3 juta ton ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Ahmad Rizal. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x