LAJUR.Co, KENDARI – Pengendara yang melintas menuju kawasan Masjid Al Alam Kendari diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sebagian ruas jalan beraspal yang menghubungkan gerbang utama Masjid Al Alam dengan kawasan daratan mulai mengalami kerusakan akibat abrasi yang dipicu hantaman gelombang Teluk Kendari.
Pantauan Lajur.co di lokasi, Minggu (7/6), sejumlah titik di sisi kiri dan kanan jalan penghubung menuju masjid terapung tersebut terlihat amblas. Kerusakan paling parah berada di bagian tengah lintasan jalan yang menjadi akses utama kendaraan menuju kawasan wisata religi ikonik Sulawesi Tenggara (Sultra).
Material batu penahan atau talud yang selama ini menopang konstruksi jalan tampak hilang akibat tergerus ombak. Kondisi tersebut menyebabkan lapisan aspal ikut longsor dan menyisakan badan jalan yang tidak lagi utuh.
Di beberapa titik lainnya, permukaan jalan juga terlihat mengalami penurunan hingga melewati marka pembatas. Potongan aspal yang ambrol tampak berserakan di sepanjang sisi talud yang berbatasan langsung dengan perairan Teluk Kendari.
Hingga saat ini belum terlihat adanya rambu peringatan maupun penanda khusus yang dipasang untuk mengingatkan pengguna jalan terkait potensi bahaya di lokasi tersebut. Situasi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Akses jalan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan bagian dari proyek reklamasi Teluk Kendari. Jalan beraspal yang membelah teluk sepanjang 1,5 kilometer itu menjadi satu-satunya penghubung utama antara kawasan Masjid Al Alam dengan daratan di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Sebagai informasi, Masjid Al Alam merupakan salah satu landmark paling terkenal di Bumi Anoa. Masjid yang berdiri megah di tengah Teluk Kendari ini mulai dibangun pada 2010 pada masa pemerintahan Gubernur Sultra saat itu, Nur Alam. Masjid tersebut secara resmi digunakan sejak 2018.
Masjid yang dijuluki sebagai masjid terapung tersebut dibangun di area seluas sekitar 12.692 meter persegi dan mampu menampung hingga 10.000 jamaah. Keberadaannya menjadi daya tarik wisata religi sekaligus ikon Kota Kendari yang ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Keunikan Masjid Al Alam terletak pada posisinya yang berada di tengah teluk sehingga saat air laut pasang, bangunan masjid tampak seolah mengapung di atas permukaan air. Empat menara masjid dirancang menyerupai bangunan Burj Al Arab di Dubai, menjadikannya salah satu destinasi religi dengan arsitektur paling ikonik di kawasan timur Indonesia. Adm




