BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Nokia Gandeng Indosat dan NVIDIA Kembangkan 5G Berbasis AI di Indonesia

×

Nokia Gandeng Indosat dan NVIDIA Kembangkan 5G Berbasis AI di Indonesia

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Nokia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan NVIDIA memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Kerja sama tidak hanya berfokus pada perluasan cakupan jaringan generasi kelima, tetapi juga membuka jalan bagi hadirnya berbagai layanan digital berbasis AI yang ditujukan untuk masyarakat, bisnis, hingga sektor publik.

Kesepakatan yang diumumkan di Espoo, Finlandia, pada 9 Juni 2026 tersebut menempatkan Nokia sebagai mitra teknologi utama dalam modernisasi jaringan seluler Indosat melalui implementasi teknologi 5G Radio Access Network (RAN) terbaru. Nokia akan mendukung penggelaran 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah guna memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kualitas konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Indosat menargetkan hadirnya pengalaman digital yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi pelanggan. Peningkatan kualitas jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari hiburan dan game imersif hingga kebutuhan bekerja, belajar, dan berkomunikasi secara daring.

Kerja sama Indosat, Nokia dan NVIDIA menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indosat dalam memperluas akses digital yang lebih inklusif di seluruh Indonesia. Jaringan yang telah ditingkatkan nantinya akan mendukung berbagai kebutuhan pelanggan ritel maupun korporasi di sejumlah sektor strategis, termasuk layanan publik, industri, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Kuota Fakultas Kedokteran UM Kendari Masih Ada 25 Seat Lagi

Tak hanya memperkuat konektivitas, ketiga perusahaan juga berupaya membangun fondasi infrastruktur digital masa depan melalui pengembangan AI-RAN atau Artificial Intelligence Radio Access Network. Teknologi ini memungkinkan integrasi antara jaringan telekomunikasi dan kecerdasan buatan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas, dan fleksibilitas jaringan.

Pengembangan AI-RAN dilakukan Nokia bersama NVIDIA dan Indosat sebagai bagian dari langkah menuju implementasi AI dalam skala yang lebih luas. Sebelumnya, ketiga perusahaan telah mencatatkan pencapaian melalui demonstrasi panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

Selain itu, Nokia tengah mengembangkan algoritma AI baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum pada platform AI-RAN NVIDIA. Teknologi tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengujian lapangan yang akan dilakukan di Indonesia.

Kolaborasi ini juga mendukung penguatan AI Grid yang tengah dikembangkan Indosat. Dengan menggabungkan AI factories terpusat dan infrastruktur AI-RAN yang terdistribusi, AI Grid dirancang untuk menghadirkan layanan AI dan konektivitas secara lebih luas kepada jutaan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Pengembangan AI Grid telah mendorong berbagai implementasi AI lokal di sektor layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian. Ekosistem tersebut turut diperkuat oleh kehadiran AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan NVIDIA AI Technology Center.

Baca Juga :  DAAZ Group Galang Aksi Donor Darah di Kendari, Libatkan Mahasiswa & Masyarakat

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pihaknya terus berupaya menghadirkan pengalaman digital yang lebih bermakna bagi pelanggan melalui pemanfaatan teknologi terbaru.

“Di Indosat, kami terus berkembang untuk melayani pelanggan #LebihBaik dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam dan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berarti bagi mereka. Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan,” ujar Vikram.

Menurut dia, kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat kesiapan Indosat dalam menghadirkan inovasi digital berikutnya dan mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasional.

“Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun evolusi jaringan berikutnya, yaitu jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang,” kata Justin.

Ia menambahkan, investasi pada jaringan berperforma tinggi akan membantu operator meningkatkan efisiensi, membuka peluang model bisnis baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Baca Juga :  Kandidat Balon Rektor UHO Bertambah, Prof Laode Santiaji Resmi Serahkan Berkas Pendaftaran

SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan transformasi digital.

“Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, serta mendukung transformasi digital dalam skala besar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, Nokia akan menghadirkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, teknologi Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan berbasis AI. Solusi tersebut dirancang untuk mendukung operasional yang lebih cerdas, efisiensi energi yang lebih tinggi, serta percepatan inovasi layanan.

Jaringan 5G pada pita frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat, sementara cakupan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam kurun 3,5 tahun ke depan. Dengan dukungan otomatisasi berbasis AI dan teknologi hemat energi, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat transformasi digital yang berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x