LAJUR.CO, KENDARI – Harga oli motor di sejumlah bengkel di Kota Kendari mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir April 2026, harga pelumas terus merangkak naik hingga kini mencapai Rp65 ribu per botol untuk beberapa jenis oli yang sebelumnya dijual sekitar Rp50 ribu.
Kenaikan tersebut membuat pemilik bengkel menyesuaikan tarif penggantian oli. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, harga oli disebut telah mengalami tiga kali penyesuaian dengan total kenaikan mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per botol.
Pemilik Bengkel Rafhy Jaya Motor, Rustam, mengatakan lonjakan harga mulai dirasakan pada akhir April 2026. Setelah itu, distributor kembali menaikkan harga pada awal Mei dan kembali melakukan penyesuaian pada akhir Mei.
“Kalau sebelumnya Rp50 ribu, sekarang sudah Rp65 ribu. Mungkin ke depan bisa naik lagi sekitar Rp5 ribu, jadi Rp70 ribu per botol,” kata Rustam kepada LAJUR.CO, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, dua merek oli yang paling banyak dicari pelanggan adalah Yamalube dan MPX. Saat ini, harga Yamalube untuk motor matik berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp90 ribu per botol. Sementara oli MPX dijual sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per botol.
Sebelum terjadi kenaikan, kedua produk tersebut umumnya dipasarkan dengan harga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per botol.
Rustam menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi terbatasnya pasokan bahan baku. Ia menyebut kondisi tersebut diduga berkaitan dengan terganggunya jalur distribusi internasional, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz, sehingga distributor harus mencari sumber pasokan alternatif dengan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberi tekanan terhadap harga oli di pasaran.
“Jadi bahan baku dari sana kurang, akhirnya cari di tempat lain, tapi harganya lebih mahal. Stok juga terbatas. Biasanya kami pesan dua dus, sekarang paling dikirim satu dus,” ujarnya.
Tak hanya oli, sejumlah suku cadang kendaraan dilaporkan mengalami kenaikan harga. Namun, menurut Rustam, kenaikan sparepart relatif kecil, hanya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per item sehingga tidak terlalu dirasakan konsumen.
“Yang paling terasa memang oli karena penggantiannya rutin, biasanya setiap bulan. Kalau sparepart kan orang tidak sesering ganti oli,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti


