BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Permainan Tradisional ‘Dopoase’ Warnai Semarak HUT Ke-12 Muna Barat

×

Permainan Tradisional ‘Dopoase’ Warnai Semarak HUT Ke-12 Muna Barat

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, MUNA BARAT – Permainan tradisional Ase atau Dopoase menjadi salah satu atraksi yang mewarnai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Muna Barat. Lomba permainan khas masyarakat Muna itu digelar di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Rabu (15/7/2026).

Puluhan warga memadati sisi lapangan untuk menyaksikan pertandingan yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan perwakilan desa. Sorak sorai penonton terus mengiringi jalannya pertandingan, memberi dukungan kepada tim jagoan mereka.

Lomba Ase menjadi salah satu agenda dalam rangkaian perayaan HUT Muna Barat yang berlangsung pada 14–26 Juli 2026. Puncak peringatan dijadwalkan pada 23 Juli dengan upacara bendera, tradisi Pogiraha Adhara (Perkelahian Kuda), pertunjukan Tari Modero, pameran UMKM, dan hiburan rakyat.

Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci

Salah satu pertandingan yang berlangsung sengit mempertemukan Dinas Pariwisata Muna Barat melawan RSUD Muna Barat. Dinas Pariwisata memastikan langkah ke semifinal setelah menang 9-7 pada set kedua. Sebelumnya, tim RSUD Muna Barat lebih dulu unggul pada set pertama dengan skor 7-4.

Kapten Tim Ase Dinas Pariwisata Muna Barat, Asrah Yani, mengatakan kemenangan tersebut diraih berkat kerja sama tim dan kemampuan membaca pergerakan lawan.

“Alhamdulillah kami lolos ke semifinal. Di set pertama kami kalah 7-4, tetapi di set kedua bisa menang 9-7. Dalam permainan Ase, setiap set berlangsung selama tujuh menit. Yang paling dibutuhkan adalah tenaga untuk mengecoh lawan,” kata Asrah Yani usai pertandingan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Pemkab Muna Barat, Ali Mochtar Jaya, mengatakan rangkaian HUT tahun ini diisi berbagai perlombaan yang melibatkan OPD maupun masyarakat.

Baca Juga :  Kumpul Bukti Dugaan Korupsi Fiktif Cashback Makan Minum, Kejati Sultra Geledah Rumah Asrun Lio, RM Surya & Kantor Gubernur

“Rangkaian kegiatan dimulai dengan berbagai perlombaan antar OPD. Selain itu juga ada festival layang-layang, fun run, motor trail, serta lomba kebersihan yang melibatkan masyarakat,” ujar Ali Mochtar Jaya, Selasa (14/7).

Selain Ase, panitia juga menggelar pertandingan bola gotong, bola voli campuran, bulu tangkis, tarik tambang, lomba memasak, festival layang-layang, lomba kebersihan kantor OPD, puskesmas dan desa, kegiatan Mubar Sehat, donor darah, sunatan massal, fun run, hingga motor trail.

Ase atau Dopoase merupakan permainan tradisional beregu khas masyarakat Muna dan Buton yang memiliki kemiripan dengan gobak sodor. Permainan ini mengandalkan kecepatan, kelincahan, strategi, dan kekompakan tim untuk menembus garis pertahanan lawan.

Baca Juga :  Tujuh Warga China Ditangkap di Kendari, Hendak Diselundupkan ke Australia Lewat Jalur Ilegal

Permainan dilakukan di lapangan berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi enam petak. Setiap tim terdiri atas empat pemain yang bergantian menjadi penjaga dan penyerang.

Tim penyerang harus melewati seluruh garis pertahanan lawan hingga kembali ke titik awal tanpa tersentuh. Jika berhasil, tim akan memperoleh poin. Sebaliknya, apabila tersentuh lawan, giliran bermain berpindah kepada tim lawan.

Di Muna Barat, Dopoase kini mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Dahulu, permainan ini kerap dimainkan saat malam terang bulan dan menjadi hiburan yang mempertemukan anak-anak hingga orang dewasa.

Kehadiran lomba Ase dalam perayaan HUT ke-12 Muna Barat tidak hanya menambah semarak perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali permainan tradisional agar tetap lestari. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x