BERITA TERKINIHEADLINE

Viral Buaya Nangkring di Jaring Ikan Dekat Permukiman Warga Abeli

×

Viral Buaya Nangkring di Jaring Ikan Dekat Permukiman Warga Abeli

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Warga Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari dibuat geger setelah seekor buaya terperangkap di jaring ikan milik warga, Senin (3/8/2026). Anomali buaya terperangkap di pukat ikan warga sontak viral di media sosial.

Kemunculan predator ganas itu berada di perairan yang letaknya tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Melihat buaya terjerat di jaring, warga kemudian berinisiatif mengamankannya ke darat.

Baca Juga :  1.228 Dulang Makanan Tradisional Pecahkan Rekor MURI, Ini Sajian Khas Suku Muna yang Wajib Ada di Haroa

Dari video yang diterima, terlihat bagian mulut hingga kaki buaya diikat menggunakan tali untuk mencegah satwa tersebut lepas dan membahayakan warga.

Humas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya penemuan buaya di kawasan Abeli. Ia mengatakan laporan diterima dari warga melalui pesan WhatsApp.

Martoyo menyebut buaya yang terjerat di pukat warga merupakan buaya muara dengan panjang sekitar 2 meter.

“Saat tiba di lokasi, tim mendapati buaya tersebut telah berhasil diamankan oleh warga setempat. Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan kondisi satwa dan membawanya ke Mako Damkar Kota Kendari untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :  4 Cara Mudah Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing di Tangan

Proses evakuasi buaya itu menjadi perhatian puluhan warga Abeli. Banyak yang terlihat mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam.

Sebagai informasi, buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan spesies buaya terbesar di dunia. Satwa ini umumnya menghuni kawasan muara sungai, hutan bakau, rawa, hingga perairan pesisir.

Di Sulawesi Tenggara, kemunculan buaya muara sesekali dilaporkan warga, terutama di wilayah yang berbatasan dengan sungai dan kawasan mangrove. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati satwa tersebut karena dikenal sebagai predator yang dapat membahayakan manusia.

Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Kendari Meninggal di Tanah Suci Tanpa Riwayat Sakit

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x