BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Cerita di Balik ‘Menu Nasi Kuning’ TigaTiga Coffee, Hidden Gem di Kendari Peraih Penghargaan BI Sultra

×

Cerita di Balik ‘Menu Nasi Kuning’ TigaTiga Coffee, Hidden Gem di Kendari Peraih Penghargaan BI Sultra

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Ada rasa yang terkadang bukan sekadar soal makanan. Di balik seporsi nasi kuning, tersimpan resep keluarga, kenangan masa sekolah, hingga perjalanan panjang membangun usaha.

Cerita itu pula yang membawa Rima mengembangkan nasi kuning warisan resep sang ibu hingga menjadi menu andalan TigaTiga Coffee, kedai yang kini dikenal sebagai salah satu hidden gem kuliner Sulawesi Tenggara (Sultra) dan berhasil meraih penghargaan dari Bank Indonesia (BI) Sultra.

Perjalanan tersebut tidak dibangun dalam semalam. Bersama sang suami, Rima telah merintis usaha kuliner sejak 2017.

Kala itu, usahanya masih menggunakan box dengan nama Kulineri.kdi. Beragam menu mi ditawarkan, dengan Mi Hokkien Ayam Crispy dan Paru Rica menjadi hidangan yang paling banyak diminati pelanggan.

Namun, ada satu resep yang terus melekat dalam ingatan Rima, yakni nasi kuning buatan sang ibu. Resep tersebut telah dikenalnya sejak duduk di bangku SMA ketika ia membantu ibunya berjualan.

“Saya memang suka masak. Waktu SMA saya jual nasi kuning punya mama. Terus saya masak kembali resep itu dan kasih coba teman-teman di rumah. Ternyata mereka bilang enak dan bisa dijual,” ujar Rima, pemilik TigaTiga Coffee kepada Lajur.co, Kamis (27/8/2026).

Pada 2025, Rima kembali menjual nasi kuning dari rumah setelah sebelumnya sempat menjalankan usaha di tempat lain. Bersama suaminya, ia kemudian memilih mengembangkan usaha tersebut sekaligus membuka coffee shop di rumah.

Keputusan itu membuat konsep TigaTiga Coffee berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli nasi kuning, tetapi juga bisa menikmati kopi dan makanan sambil bersantai dalam suasana rumah.

Baca Juga :  Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya

Konsep sederhana dengan sentuhan semi klasik sengaja dipertahankan. Rima ingin siapa pun merasa nyaman berkunjung, termasuk mereka yang datang dengan pakaian sehari-hari.

“Lama-lama saya berpikir, yang di rumah saja kemarin saya menjual datang ji orang. Daripada di sana saya sewa bayar uang sewa mending saya kembali lagi ke rumah. Supaya orang makan nasi kuning sambil ngopi juga,” ungkapnya.

TigaTiga Coffee beralamat di Jalan Torada No.31, Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Lokasinya menjadi bagian dari konsep kedai yang menggabungkan suasana rumahan dengan tempat menikmati kopi dan makanan.

Dari dapur rumahan tersebut, produksi nasi kuning terus berkembang. Rima yang awalnya hanya memasak lima liter nasi, kini mampu mengolah hingga 25 liter per hari.

Jumlah tersebut dapat menghasilkan sekitar 200 porsi nasi kuning dalam sehari. Sementara pada kondisi penjualan terendah, sedikitnya 100 porsi tetap terjual setiap harinya.

“Awalnya saya menjual 5 liter, enda sampai satu jam habis. Terus saya tambah 12 liter, enda sampai satu jam juga langsung habis. Saya mulai mi tambah-tambah terus sampai sekarang ini 25 liter,” ungkapnya.

Cita rasa nasi kuning TigaTiga Coffee menjadi salah satu alasan pelanggan kembali. Rima menggunakan beras premium dan santan asli sehingga menghasilkan nasi yang pulen serta harum.

Untuk mempertahankan nuansa tradisional, nasi kuning tersebut dibungkus menggunakan daun pisang. Cara ini membuat sajian terasa lebih dekat dengan nasi kuning yang biasa ditemui dalam hidangan rumahan.

Pilihan lauknya pun beragam. Nasi kuning dengan telur dijual Rp15 ribu. Sementara pilihan ikan atau ikan plus telur tersedia dengan harga Rp20 ribu dan Rp25 ribu.

Baca Juga :  Potret Dua Mahasiswa Baru Berkebutuhan Khusus Mulai Kuliah Perdana di Kampus UHO

Untuk lauk ayam, tersedia ayam atau ayam plus telur seharga Rp20 ribu dan Rp25 ribu. Ada pula nasi cakalang rica Rp22 ribu dan cakalang rica plus telur Rp27 ribu.

Sementara nasi paru dan nasi daging masing-masing dibanderol Rp25 ribu. Jika ditambah telur, harganya menjadi Rp30 ribu.

Nasi kuning rica-rica menjadi salah satu menu yang paling banyak dipesan. Rima juga memiliki teknik tersendiri dalam mengolah paru, yakni memarinasi lauk tersebut terlebih dahulu sebelum digoreng agar bumbunya lebih meresap.

“Semua menu yang kita makan itu, semua saya punya masakan. Santannya kita santan asli. Biasanya orang hanya warnanya saja yang kuning,” katanya.

Selain nasi kuning, tersedia nasi putih dan berbagai menu tambahan. Bakwan sayur dibanderol Rp5 ribu, telur atau ikan Rp5 ribu, ayam Rp8 ribu, nasi putih Rp10 ribu, dan nasi kuning Rp5 ribu.

Untuk minuman, TigaTiga Coffee menawarkan pilihan kopi yang cukup beragam. Menu espresso based terdiri dari Espresso Rp15 ribu, BonBon Rp17 ribu, Americano Rp22 ribu, KopSu Classic Rp20 ribu, Affogato Rp22 ribu, dan Latte Rp25 ribu.

Ada pula signature coffee seperti Tiga Tiga Coffee, Pandan Coffee, dan Coconut Coffee yang masing-masing dibanderol Rp23 ribu. Sementara Butter Scotch Sea Salt dijual Rp25 ribu.

Pilihan ice coffee mencakup Gula Kelapa, Vanilla, Banana, Caramel, dan Pandan Coconut yang masing-masing dibanderol Rp23 ribu.

Bagi pencinta kopi dengan metode seduh manual, tersedia Pour Over V60 dan Japanese seharga Rp25 ribu.

Baca Juga :  Mengenal QRISPOINT, Inovasi Karya Mahasiswa UHO yang Sukses Juarai Kompetisi Bank Indonesia

Sementara pilihan non-coffee meliputi Lychee Tea Rp18 ribu, Chocolate, Red Velvet dan Milo Rp22 ribu, Regal Milky Rp23 ribu, Choco Banana Rp23 ribu, serta Cookies n Cream Rp25 ribu.

TigaTiga Coffee juga menyediakan Matcha Series, mulai dari Matcha Latte Rp23 ribu, Matcha Coconut dan Matcha Berries Rp25 ribu, hingga Matcha OATSIDE Rp27 ribu.

Konsistensi Rima mengembangkan usaha rumahan tersebut akhirnya mendapat perhatian dari BI Sultra. TigaTiga Coffee masuk dalam kategori Hidden Gem Sultra dan berhasil meraih juara pertama.

Penggunaan QRIS menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam ajang tersebut. TigaTiga Coffee menjadi salah satu kafe di Sultra yang memiliki transaksi melalui QRIS dengan nilai tinggi.

Penghargaan itu menjadi kejutan bagi Rima. Ia mengaku tidak menyangka usaha yang dibangunnya dari rumah justru mendapat apresiasi dari Bank Indonesia.

“Saya juga kaget. Saya hanya didatangi anak Generasi Baru Indonesia (GenBI), katanya mau masukan Coffee TigaTiga. Tiba-tiba tim saya datang dan chat bilang, Alhamdulillah sudah menang, TigaTiga masuk Hidden Gem,” jelas Rima.

Penghargaan tersebut semakin menguatkan keinginan Rima untuk mengembangkan TigaTiga Coffee. Jika mendapat rezeki lebih, ia berencana membuka cabang baru.

Meski demikian, konsep rumahan yang menjadi identitas kedai tetap ingin dipertahankan.

“Kalau memang ada rezeki, mau buka cabang lagi. Maksudnya supaya orang di pagi hari bisa menikmati, tapi masih tetap dengan konsep rumahan,” kata Rima.

TigaTiga Coffee dapat dipesan melalui Instagram @tigatigacofee serta layanan pesan-antar Grab dan Maxim.

Laporan: Ika Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *