LAJUR.CO, KENDARI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari bekerja ekstra selama musim kemarau. Mumpung cuaca mendukung, pihaknya membenahi sejumlah kawasan yang menjadi titik rawan banjir di Kota Lulo.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan sekaligus meminimalisir potensi genangan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Kendari.
Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Muh. Jayadi, mengatakan musim kemarau menjadi waktu yang tepat melakukan pengecekan sekaligus pembenahan terhadap infrastruktur pengendali aliran air.
Menurutnya, sedimentasi dan tumpukan sampah menjadi salah satu persoalan yang dapat mempersempit aliran dan meningkatkan risiko banjir ketika curah hujan tinggi.
“Memang kalau masalah banjir, karena ini musim kemarau panjang, kita juga terus kontrol. Karena mau tidak mau ada sedimen ini, apalagi ada sampah, bisa menghambat aliran,” ujar Jayadi kepada awak Lajur.co, Senin (14/9/2026).
Selain melakukan pemantauan rutin, PUPR Kendari memberikan perhatian khusus terhadap 11 titik yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai kawasan rawan banjir.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Pekerjaannya meliputi pembersihan sedimentasi dan sampah hingga perbaikan sejumlah infrastruktur yang dinilai mengganggu kelancaran aliran air.
“Pendekatannya kita di titik yang rawan kemarin, itu ada sebelas titik. Sebelas titik yang rawan, kita penanganan khusus, baik itu kita perbaiki sedemikian, kita bersihkan sampahnya segala macam,” kata Jayadi.
Dari 11 lokasi tersebut, beberapa titik berada di Kecamatan Wua-Wua dan Baruga. Di Kecamatan Wua-Wua, terdapat dua kawasan yang masuk dalam daftar rawan banjir, yakni Kelurahan Wua-Wua dan Kelurahan Bonggoeya.
Sementara di Kecamatan Baruga, terdapat tiga lokasi yang menjadi perhatian, yakni kawasan Kali Wanggu, area perumahan, serta ruas jalan raya di Kelurahan Lepo-Lepo.
Penanganan juga menyasar Kecamatan Kambu, yang sebelumnya turut mengalami persoalan banjir. Di wilayah ini, PUPR Kendari fokus pada pengelolaan aliran Kali Kambu dan Sungai Wanggu.
Selama proses pembenahan infrastruktur, Pemkot Kendari melalui Dinas PUPR turut berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Koordinasi diperlukan untuk menangani sejumlah persoalan yang sebelumnya muncul ketika terjadi kondisi darurat banjir.
Jayadi memastikan pekerjaan di sejumlah lokasi tersebut masih berjalan sesuai jadwal. Ia menyebut waktu yang tersedia selama musim kemarau akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pembenahan sebelum curah hujan kembali meningkat.
“Alhamdulillah sudah berjalan dengan schedule. Masih ada waktu kita beberapa bulan ke depan ini untuk penanganan lebih lanjut lagi,” ujarnya.
Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan selama musim kemarau mampu menekan potensi banjir sekaligus mengurangi dampaknya dibandingkan kejadian pada musim hujan sebelumnya.
“Harapannya kita dengan ikhtiar yang insya Allah kita maksimalkan, mudah-mudahan bisa meminimalisir kejadian yang tahun lalu. Apa-apa yang menjadi titik-titik yang kemarin, insya Allah kita tangani,” tutur Jayadi.
Laporan: Ika Astuti



