?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Pusat Cabut Operasional SPPG Watubangga, BGN Ikut Tanggung Perawatan 57 Santri Keracunan MBG

×

Pusat Cabut Operasional SPPG Watubangga, BGN Ikut Tanggung Perawatan 57 Santri Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga setelah 57 santri Pondok Pesantren Al Askar 03, Kota Kendari, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).

Penghentian tersebut dilakukan setelah Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN menerbitkan Surat Pemberhentian Operasional Sementara terhadap SPPG Watubangga.

Kepala KPPG Kendari, Mulyadi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan sekaligus evaluasi atas kejadian yang dialami puluhan santri tersebut.

“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN,” kata Mulyadi, Minggu (20/9/2026).

Baca Juga :  Cari Lokasi Healing Dekat Kota Kendari? Jojo Tawarkan Camping Ground Bernuansa Kebun Plus Kolam Renang

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 57 siswa terdampak. Para siswa telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. BGN menyatakan akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan siswa yang terdampak.

Sementara itu, pihak SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga bergerak menjemput dan mengantar para siswa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, Polresta Kendari masih menyelidiki penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para santri telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian secara pasti.

Baca Juga :  Fix! Semua Maskapai Cancel Penerbangan Tujuan Soetta Jakarta Via Bandara Halu Oleo

“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. Selain pengambilan sampel makanan, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga,” ujar Welliwanto.

Polisi juga mendalami seluruh rangkaian penyediaan makanan MBG, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian sebelum makanan dikonsumsi para santri.

Kapolresta Kendari bersama Wakapolresta juga telah mengecek kondisi para santri sekaligus mendatangi SPPG yang menyuplai makanan tersebut.

Pengecekan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Kendari, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta pihak Yayasan SPPG Watubangga.

Mulyadi mengatakan evaluasi SPPG di Sulawesi Tenggara akan difokuskan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BGN.

Baca Juga :  PT Vale Luncurkan Beasiswa Mota’u, 19 Mahasiswa Morowali Terima Bantuan Pendidikan

Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi, telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan mengenai penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para santri. Hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik dalam mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Polisi juga masih memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan, termasuk pengelola SPPG dan pihak sekolah.

Sementara penyelidikan berlangsung, kondisi para santri yang menjalani perawatan terus dipantau oleh pihak terkait. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>