?>
BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Tembus Pasar Internasional, Kopi Tolaki Binaan BI Sultra Jajaki Pasar Tiongkok & Amerika Serikat

×

Tembus Pasar Internasional, Kopi Tolaki Binaan BI Sultra Jajaki Pasar Tiongkok & Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Dari perkebunan kopi di Konawe Selatan (Konsel), Kopi Tolaki mulai membuka jalan menuju pasar internasional. Produk kopi binaan Bank Indonesia (BI) Sultra itu kini telah mengirimkan sampel ke Hong Kong, China, dan Washington, D.C., Amerika Serikat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perluasan pasar Kopi Tolaki yang sebelumnya menyasar konsumen lokal melalui pasar tradisional, kedai kopi hingga toko modern. Produk yang dihasilkan pun terus dikembangkan, mulai dari kopi bubuk, roasted bean hingga green bean.

Pemilik Kopi Tolaki sekaligus petani kopi asal Konsel, Asri, mengatakan saat ini terdapat tiga jenis produk yang dipasarkan.

“Untuk produknya yang kita jual itu mulai dari kopi bubuk, kopi yang sudah roasting, sampai dengan green bean,” kata Asri kepada awak Lajur.co, Senin (5/10/2026).

Selain dipasarkan di Sultra, Kopi Tolaki telah masuk ke sejumlah coffee shop dan toko modern. Perluasan pasar kemudian dilakukan dengan memperkenalkan produk ke luar daerah hingga menjajaki pasar mancanegara.

Baca Juga :  LyraBetin salaisuudet pelikokemuksen takana paljastuvat

Asri menyebut, pihaknya telah mengirimkan sampel Kopi Tolaki ke sejumlah negara dan wilayah, termasuk Hong Kong, China, serta Washington, D.C., Amerika Serikat.

“Kemudian untuk beberapa negara kita sudah kirim sampel, termasuk ke Hongkong sudah kirim sampel, kemarin ke Washington DC,” ungkapnya.

Upaya memperluas pasar tersebut tidak terlepas dari pembinaan BI Sultra yang telah diterima Kopi Tolaki sejak 2018. Pembinaan itu membawa perubahan pada berbagai aspek usaha, mulai dari pengolahan, pascapanen hingga pemasaran.

Sebelum mendapatkan pembinaan, proses roasting kopi masih dilakukan secara manual menggunakan wajan. Setelah mendapatkan dukungan BI Sultra, Asri memperoleh mesin roasting yang disebutnya sudah berkelas artisan.

“Dulu kita menggorengnya masih manual pakai wajan. Kemudian Bank Indonesia kasih kita mesin roasting, itu sudah yang kelas artisan,” jelas Asri.

Penguatan produksi juga dilakukan pada tahap pascapanen. Kopi Tolaki mendapatkan mesin pengolahan di area perkebunan serta fasilitas dome penjemuran. Kehadiran fasilitas tersebut membuat proses pengeringan kopi menjadi lebih terkontrol dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Baca Juga :  Billybets FR Vos Paris Sportifs Deviendrent Irrésistibles

“Kemudian penjemuran kita juga sudah tidak terlalu mau musim hujan, mau musim panas, karena kita sudah punya dome penjemuran,” tuturnya.

Pembinaan BI Sultra turut menyentuh pola budidaya dan pemanfaatan limbah kopi. Kulit kopi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini dimanfaatkan kembali sebagai bahan pupuk setelah petani mendapatkan pelatihan.

Pemanfaatan tersebut membuat penggunaan pupuk kimia berkurang hingga sekitar 50 persen. Pengurangan penggunaan pupuk kimia itu ditargetkan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun.

Menurut Asri, perubahan pola budidaya tersebut turut memberikan pengaruh terhadap karakter kopi yang dihasilkan, terutama aroma dan rasa.

“Keunggulannya, aromanya lebih bagus, kemudian rasa juga, karena pupuk kimia sudah berkurang,” tuturnya.

Untuk menjaga kualitas produk, Kopi Tolaki membagi hasil produksinya ke dalam tiga tingkatan, yakni grade 1, grade 2 dan kelas premium.

Baca Juga :  Bonusy dla Lwiątka: Kasyna Online Z Blikiem Oferujące Najlepsze Promocje

Dari sisi jenis kopi, Kopi Tolaki mengembangkan Arabica dan Robusta. Kopi Robusta diproduksi dari perkebunan di Konsel, sedangkan jenis Arabica berasal dari Kolaka Utara (Kolut).

Bagi Asri, perkembangan Kopi Tolaki tidak sekadar memperluas pasar bagi produknya. Pertumbuhan usaha tersebut juga membawa dampak bagi petani kopi yang terlibat dalam rantai produksinya.

Ia mengatakan, pembinaan BI Sultra ikut membantu meningkatkan perekonomian keluarga petani. Bahkan, penghasilan dari bertani kopi disebut mulai membuka peluang bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Yang tadinya anak-anak petani belum bisa ke kampus, sekarang sudah bisa, ada yang kuliah dengan bertani kopi selama dibina Bank Indonesia,” ujarnya.

Asri pun menyampaikan apresiasi kepada BI Sultra yang selama ini memberikan pendampingan kepada petani kopi di Bumi Anoa.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat Bank Indonesia yang sudah membina kami, petani kopi yang ada di Sultra,” ungkapnya. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>