LAJUR.CO, MUNA – Proyek pengaspalan ruas jalan Desa Mantobua-Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, yang viral lantaran aspalnya disebut mudah berhamburan, kini diperiksa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna.
Pengecekan dilakukan setelah kondisi proyek tersebut ramai diperbincangkan di TikTok dan Facebook. Sorotan juga datang dari anggota DPRD Muna, Rasmin, hingga memicu perhatian publik di Kabupaten Muna dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dinas PUPR Muna tidak bergerak sendiri. Inspektorat Kabupaten Muna, konsultan pengawas dan tim teknis turut turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi pekerjaan yang baru rampung dikerjakan pada Oktober 2026.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Muna, La Ode Abdul Jabar, mengakui terdapat bagian jalan yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
“Kita sudah turun langsung mengecek pengaspalan jalan di Desa Mantobua-Korihi itu. Memang ada yang rusak dan itu harus diperbaiki,” ujar La Ode Abdul Jabbar saat dikonfirmasi, baru-baru ini.
Selain mengecek kondisi permukaan jalan, tim juga melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak.
Jika ditemukan bagian yang tidak memenuhi standar, pelaksana akan diminta melakukan perbaikan, termasuk mengupas lapisan aspal pada titik tertentu dan mengaspalnya kembali.
“Kami juga memeriksa secara teknis. Kalau ada kegiatan ini dikerjakan tidak sesuai spek, akan kita buat rekomendasi agar digulung aspalnya dan harus diaspal ulang,” tegasnya.
La Ode Abdul Jabbar menjelaskan, proyek tersebut menggunakan CPHMA atau aspal dingin. Pekerjaan juga masih menyisakan sekitar 54 meter ruas jalan yang belum diaspal.
“Kami sudah perintahkan agar menggunakan aspal baru dan hasilnya bagus,” katanya.
Sementara bagian jalan yang menjadi sorotan karena aspal berhamburan kembali diperiksa bersama konsultan pengawas, tim teknis dan Inspektorat Muna.
Menurut La Ode, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui titik kerusakan sekaligus memastikan ketebalan dan kualitas lapisan aspal memenuhi spesifikasi.
“Kita akan cek mana yang rusak dan harus diperbaiki. Kalau memang tidak sesuai spek, misalnya ketebalannya kurang, harus dilapis kembali sesuai speknya,” jelasnya.
Proyek pengaspalan ruas jalan Desa Mantobua-Korihi dikerjakan CV Nur Avatar Putra dengan anggaran Rp359.365.000. Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Muna tahun 2026.
Adapun proyek pengaspalan ruas jalan di BTN belakang SMAN 1 Kota Raha dikerjakan CV Mahesa Lestari dengan nilai Rp359.479.000. Anggaran pekerjaan itu juga bersumber dari APBD Kabupaten Muna tahun 2026.
Dinas PUPR Muna memastikan hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi dasar menentukan bagian pekerjaan yang wajib diperbaiki apabila terbukti mengalami kerusakan atau tidak memenuhi spesifikasi teknis. (Tri)



