SULTRABERITA.ID, KENDARI – Rempah jenis jahe kini banyak diburu masyarakat lantaran khasiatnya yang dipercaya mampu menangkal serangan virus Corona.
Di Kota Kendari, harga jahe mendadak meroket seiring merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Di sejumlah pasar tradisional Kota Lulo dilaporkan harga jual rempah bahan utama ramuan jamu itu naik dua kali lipat dari kisaran normal.
BACA JUGA :
- Pertamina Beri Santunan bagi 45 Anak Yatim dan Dhuafa di Makassar
- Disparekraf Spill Lima Spot Wisata ‘Low Budget’ di Kota Kendari yang Menarik Dikunjungi Saat Libur Sekolah
- SPMB Sultra 2026 Dibuka 22 Juni, Dikbud Siapkan 44.532 Kursi SMA untuk Calon Murid Baru
- Bahtra Banong Kena Sentil Netizen, Bawa-bawa Nama Sultra Bela Mati Program MBG
- Live Instagram OJK Sultra – Bank Sultra: Bagikan Tips Cek Rekam Jejak Kredit Lewat SLIK
Di Pasar Mandonga Kota Kendari misalkan, jahe kini dipatok Rp 70 ribu per kilogram. Sebelumnya komoditi itu dijual hanya Rp 35 ribu per kilogram.
Tak hanya mahal, kata salah seorang pedagang di Mall Mandonga, stok jahe kerap kosong lantaran meningkatnya permintaan dari pembeli ditambah belum masuknya masa panen jahe.
“Harga jahe sejak bulan 1 kemarin sudah naik harganya dan saat ini harganya sudah tembus Rp70 ribu per kg dari harga Rp35 ribu per kg,” ujar Yuni, pedagang Mall Madonga Kendari diwawancarai pekan lalu.
Tak hanya jahe, beberapa rempah lain turun mengalami kenaikan harga. Diantaranya adalah temulawak. Semula bahan jamu ini biasa dijual Rp 35 ribu per kg. Sekarang harganya menjadi Rp 55 ribu per kg.
Tingginya permintaan dibarengi kenaikan harga jual rempah tersebut, kata Yuni, berlangsung sejak marak isu penyebaran virus corana yang telah menembus Indonesia.
Karena khasiatnya, masyarakat memilih mengonsumsi minuman tradisional jahe agar terhindar dari serangan virus mematikan asal China.
Stok jahe acap kali kosong karena diborong oleh pembeli. Harga jahe pun kian melambung lantaran hingga sekarang beberapa petani belum memasuki masa panen.
Ia menyatakan harga jual jahe diprediksi baru akan turun pada periode Juli berbarengan dengan masa panen di tingkat petani.
“Saat ini harga jahe belum akan turun karena stok kurang dan permintaan meningkat ditambah para petani baru memasuki musim tanam,” jelas Yuni. Adm




