SULTRABERITA.ID, KENDARI – Rempah jenis jahe kini banyak diburu masyarakat lantaran khasiatnya yang dipercaya mampu menangkal serangan virus Corona.
Di Kota Kendari, harga jahe mendadak meroket seiring merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Di sejumlah pasar tradisional Kota Lulo dilaporkan harga jual rempah bahan utama ramuan jamu itu naik dua kali lipat dari kisaran normal.
BACA JUGA :

- Pertamina Patra Niaga Turun ke Jalan Bagikan 3.300 Takjil Gratis di Sulawesi
- Asrun Lio: Potensi Perikanan Sultra 1,5 Juta Ton, yang Dimanfaatkan Baru 17%
- Safari Ramadan Hugua di Konawe: Sampaikan Ucapan HUT ke Bupati Yusran, Ikuti Salat Tarwih di Masjid Al Muhajrin
- Isi Surat Edaran THR 2026 Lengkap, Ini Ketentuan Resminya
- Pemprov Sultra – Rare Indonesia Siapkan Satgas Gaet Nelayan Awasi Pesisir, Pergub 21/2025 Jadi Payung Hukum
Di Pasar Mandonga Kota Kendari misalkan, jahe kini dipatok Rp 70 ribu per kilogram. Sebelumnya komoditi itu dijual hanya Rp 35 ribu per kilogram.
Tak hanya mahal, kata salah seorang pedagang di Mall Mandonga, stok jahe kerap kosong lantaran meningkatnya permintaan dari pembeli ditambah belum masuknya masa panen jahe.
“Harga jahe sejak bulan 1 kemarin sudah naik harganya dan saat ini harganya sudah tembus Rp70 ribu per kg dari harga Rp35 ribu per kg,” ujar Yuni, pedagang Mall Madonga Kendari diwawancarai pekan lalu.
Tak hanya jahe, beberapa rempah lain turun mengalami kenaikan harga. Diantaranya adalah temulawak. Semula bahan jamu ini biasa dijual Rp 35 ribu per kg. Sekarang harganya menjadi Rp 55 ribu per kg.
Tingginya permintaan dibarengi kenaikan harga jual rempah tersebut, kata Yuni, berlangsung sejak marak isu penyebaran virus corana yang telah menembus Indonesia.
Karena khasiatnya, masyarakat memilih mengonsumsi minuman tradisional jahe agar terhindar dari serangan virus mematikan asal China.
Stok jahe acap kali kosong karena diborong oleh pembeli. Harga jahe pun kian melambung lantaran hingga sekarang beberapa petani belum memasuki masa panen.
Ia menyatakan harga jual jahe diprediksi baru akan turun pada periode Juli berbarengan dengan masa panen di tingkat petani.
“Saat ini harga jahe belum akan turun karena stok kurang dan permintaan meningkat ditambah para petani baru memasuki musim tanam,” jelas Yuni. Adm





