SULTRABERITA.ID, KENDARI – Merasa memiliki gejala yang sama dengan Corona Covid-19 seperti demam, tenggorokan kering, sesak nafas, janganlah terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa anda diserang virus corona. Sebab mungkin saja gejala itu ditimbulkan akibat rasa cemas yang tinggi.
Cemas atau anxiety merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres yang sebenarnya membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada.
BACA JUGA :
- Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
- Miris! Atlet Renang Muna Latihan di Kali Laende Gegara Kolam GOR Terbengkalai & Dijarah
- Sucianti Suaib Saenong: ASR – Ridwan Bae Ibarat Sepasang Sepatu, Harus Seiring Bangun Sultra
- Vale Indonesia Dorong Petani Organik Kolaka Lebih Mandiri
- Status Dugaan Korupsi RS Baharuddin, PDAM & Puskesmas Katobu Tunggu Audit BPKP
Rasa cemas ini bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan.
Seperti dikutip dalam https://www.alodokter.com, yang berhubungan dengan gejala yang ditimbulkan dari kecemasan adalah; sesak napas, menggigil, mulut kering, kejang-kejang, berkeringat dan jantung berdebar.
Dalam satu kali gangguan kecemasan dapat bertahan 10-20 menit. Gangguan kecemasan lebih sering dialami oleh kaum wanita dibandingkan laki-laki dan kebanyak kasus ini di picu oleh stres.
Gangguan demikian dpt disembuhkankan melalui psikoterapi yang dilakukan secara bertahap untuk memberikan efek positif dan cara berpikir sehat keadaan pasien yang diserang gangguan kecemasan. LN/Adm





