SULTRABERITA.ID, KENDARI – Merasa memiliki gejala yang sama dengan Corona Covid-19 seperti demam, tenggorokan kering, sesak nafas, janganlah terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa anda diserang virus corona. Sebab mungkin saja gejala itu ditimbulkan akibat rasa cemas yang tinggi.
Cemas atau anxiety merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres yang sebenarnya membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada.
BACA JUGA :
- Safari Wakil Menteri Dikdasmen ke Wakatobi, Ingin Anak Pesisir Suku Bajo Nikmati Pendidikan Bermutu
- Potret Gedung Koperasi Merah Putih di Muna Barat: Ada yang Sudah Rampung, Sebagian Baru Mulai Dikerjakan
- Punya Ide Kreatif & Inovatif? Tuangkan Karyamu di Kompetisi Opini Ilmiah Forkestra BI Sultra, Hadiah Rp100 Juta Menanti
- Diskon Tambah Daya PLN Juli 2026 hingga 50%, Berlaku sampai 27 Juli
- Brigt Gas ‘Pink’ se-Sulawesi Turun Harga, Berikut Update Terbarunya!
Rasa cemas ini bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan.
Seperti dikutip dalam https://www.alodokter.com, yang berhubungan dengan gejala yang ditimbulkan dari kecemasan adalah; sesak napas, menggigil, mulut kering, kejang-kejang, berkeringat dan jantung berdebar.
Dalam satu kali gangguan kecemasan dapat bertahan 10-20 menit. Gangguan kecemasan lebih sering dialami oleh kaum wanita dibandingkan laki-laki dan kebanyak kasus ini di picu oleh stres.
Gangguan demikian dpt disembuhkankan melalui psikoterapi yang dilakukan secara bertahap untuk memberikan efek positif dan cara berpikir sehat keadaan pasien yang diserang gangguan kecemasan. LN/Adm



