SULTRABERITA.ID, KENDARI – Satu pasien positif Corona Provinsi Sulawesi Tenggara dinyatakan meninggal dunia. Kabar ini mengacu laporan harian resmi disampaikan Gugus Tugas Covid 19 Sultra, Sabtu 11 April 2020 yang di-update pukul 09.00 WITA.
BACA JUGA :
- ‘Riweh’ Distribusi Beras Banjir di Kendari, Karung Bulog 50 Kg Dibongkar Demi Jatah 2,1 Kg per Orang
- Harga Sayur di Kendari Bikin Menjerit Imbas Banjir Konda, Pedagang Terpaksa Jual Sayur Buangan
- Wali Kota Siska Terima 300 Paket Sembako dari Bank Sultra untuk Warga Terdampak Banjir
- ASN Wajib Jalankan 10 Program Direktif Prabowo Tanpa Kritik, Wagub Sultra: “Laksanakan! Itu Perintah”
- Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara, Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik
Pasien Corona yang meninggal terdata sebagai warga Kota Kendari. Detil penyakit bawaan dialami pasien positif Corona belum diketahui pasti.
Warga Kota Kendari ini menjadi pasien positif Covid-19 pertama meninggal dalam kasus wabah Corona di Sultra.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pemprov Sultra terkait kasus pasien Corona yang dinyatakan tutup usia di RSUD Bahteramas.
Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, sempat menyampaikan dari beberapa pasien Corona dirawat di ruang isolasi RSUD Bahteramas ada satu pasien positif yang mesti mendapat penanganan serius di karena mengalami kondisi sedikit gawat.
Selain merilis informasi satu pasien positif Corona meninggal dunia, Gugus Tugas Covid 19 juga melaporkan tambahan dua kasus corona baru di Sultra.
Tambahan dua pasien terkonfirmasi terjangkit Covid-19 masuk dalam tabulasi data Kota Kendari.
Praktis total positif Corona di Sultra kini berjumlah 17 kasus dengan rincian Kota Kendari : 13 orang, 1 kasus diantaranya dinyatakan meninggal dunia, Konawe : 3 orang plus satu pasien Kota Kendari dinyatakan telah sembuh dari Coronavirus.
Jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) mencapai 18 orang dengan rincian Kabupaten Konawe 2 PDP ; Kabupaten Muna 6 PDP ; Kota Kendari 7 PDP ; Konawe Selatan 2 PDP ; Bombana 1 PDP.
Berikut jumlah ODP (Orang dalam Pemantauan) sebanyak 427 orang dan OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 78 orang. Adm





